Jakarta, CNN Indonesia --
Pengaruh kolonialisme Belanda turut mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia. Pengaruhnya dapat dijumpai dalam penggunaan kosakata, termasuk bahasa Jawa. Berikut beberapa kata dalam bahasa Jawa yang rupanya berasal dari bahasa Belanda.
Mungkin tetap banyak masyarakat nan tidak menyadari jika terdapat beberapa kata dalam bahasa Jawa nan berasal alias mendapat pengaruh dari bahasa Belanda. Bahkan, masyarakat tetap sering menggunakan kata-kata tersebut dalam percakapan sehari-hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa kata bahasa Jawa nan mendapat pengaruh bahasa Belanda ini tetap mempunyai makna nan sama dengan bahasa aslinya. Hanya saja terdapat sedikit perubahan penulisan dan pengucapan nan disesuaikan dengan orang Jawa pada masa itu.
Kata Jawa nan berasal dari bahasa Belanda
Dirangkum dari beragam sumber, terdapat setidaknya sepuluh kata bahasa Jawa nan diserap dari bahasa Belanda. Menariknya, kata-kata tersebut hingga saat ini tetap digunakan dalam percakapan sehari-hari oleh masyarakat, khususnya suku Jawa.
Berikut kata-kata Jawa nan berasal dari bahasa Belanda.
1. Sepur
Dalam bahasa Jawa, sepur adalah julukan untuk moda transportasi kereta api. Ternyata, kata sepur ini merupakan turunan dari bahasa Belanda "spoor" nan makna sebenarnya adalah "rel kereta api".
2. Setip
Mungkin tetap banyak nan kurang familiar dengan kata setip. Kata setip digunakan oleh masyarakat Jawa sebagai julukan untuk penghapus. Kata setip ini berasal dari bahasa Belanda "stuf" nan mempunyai makna penghapus.
3. Pit
Kata pit plural digunakan oleh masyarakat nan berdomisili di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kata pit diambil dari bahasa Belanda "fiets" nan mempunyai makna sepeda kayu.
4. Potlot
Sebagian besar masyarakat Jawa menyebut pensil dengan kata potlot, petelot, alias potelot. Ternyata, kata ini berasal dari bahasa Belanda "potlood" nan artinya sama, ialah pensil.
5. Hop
Kata Jawa nan dipengaruhi oleh kata dalam bahasa Belanda berikutnya adalah kata hop. Kata hop digunakan oleh masyarakat Jawa untuk menghentikan sesuatu. Kata hop ini berasal dari frase bahasa Belanda "hou op" nan mempunyai makna sama.
6. Tegel
Dalam masyarakat Jawa, kata tegel digunakan untuk menyebut lantai keramik rumah. Adapun kata tekel berasal dari bahasa Belanda "tegel" nan berfaedah "lantai" alias "ubin".
7. Blek
Kata blek digunakan oleh masyarakat Jawa untuk menyebut wadah nan umumnya terbuat dari kaleng nan mempunyai tutup. Blek ini biasanya digunakan untuk menyimpan makanan nan mudah melempem, seperti kerupuk, rempeyek, alias biskuit. Blek diambil dari bahasa Belanda "blik" nan artinya kaleng.
8. Prei
Masyarakat Jawa menggunakan kata prei untuk menyebut hari libur. Kata prei berasal dari bahasa Belanda "vrij" nan mempunyai makna bebas. Dalam konteks bahasa Jawa, prei dimaknai terbebas dari aktivitas seperti bekerja alias sekolah alias dengan kata lain libur.
9. Ngenes
Kata ngenes rupanya berasal dari istilah dalam bahasa Belanda "ongeneeslijk" nan artinya sangat parah alias tak bisa disembuhkan. Masyarakat Jawa menggunakan kata ngenes untuk menggambarkan emosi nan teramat sangat sedih.
10. Sempak
Kata bahasa Jawa terakhir nan diambil dari bahasa Belanda adalah sempak. Bagi masyarakat Jawa, sempak digunakan untuk menyebut celana dalam. Kata sempak diambil dari bahasa Belanda "zwempak" nan artinya adalah baju renang.
Itulah sepuluh kata Jawa nan rupanya berasal dari bahasa Belanda. Menariknya, kata-kata tersebut tetap digunakan oleh sebagian besar masyarakat suku Jawa pada umumnya.
(ahd/fef)
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·