CNN Indonesia
Selasa, 10 Mar 2026 06:15 WIB
Ilustrasi. Apa orang nan susah mengendalikan emosi tandanya dia suka marah-marah? Ternyata itu bukan satu-satunya tanda seseorang susah mengendalikan emosi. (istockphoto/skynesher)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kemampuan mengelola emosi sangat diperlukan guna memahami dan mengendalikan emosi secara sehat. Namun jika seseorang menunjukkan tanda-tanda berikut, berfaedah dia susah mengendalikan emosi.
Mengutip Cleveland Clinic, keahlian mengatur emosi biasanya mulai dipelajari sejak masa kanak-kanak dan berkembang seiring bertambahnya usia. Namun, pada sebagian orang, keahlian ini tidak berkembang dengan baik alias terganggu oleh beragam aspek sehingga seseorang kesulitan mengendalikan emosinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ini sering disebut sebagai emotional dysregulation alias kesulitan mengatur emosi. Jika terjadi terus-menerus, perihal ini dapat memengaruhi hubungan sosial, pekerjaan, hingga kualitas hidup seseorang.
Pernah menemukan orang nan mudah marah alias suka marah-marah? Kamu pasti menduga orang itu tidak bisa mengendalikan emosi. Namun ternyata, ini bukan satu-satunya karakter seseorang nan susah mengendalikan emosi.
1. Mudah frustrasi lantaran perihal kecil
Orang nan kesulitan mengatur emosi biasanya mudah merasa frustrasi ketika menghadapi gangguan mini alias perihal nan sebenarnya tidak terlalu serius.
2. Perubahan mood nan cepat
Tanda lain adalah mood swing alias perubahan suasana hati nan sigap dan intens. Seseorang bisa merasa baik-baik saja, lampau tiba-tiba menjadi sangat sedih, marah, alias resah dalam waktu singkat.
3. Sulit menenangkan diri setelah marah
Ketika emosi sudah muncul, seseorang bisa kesulitan untuk menenangkan diri. Perasaan marah alias sedih bisa memperkuat lama dan susah dikendalikan.
4. Bertindak impulsif
Dilansir dari medical news today, orang nan kesulitan mengendalikan emosi juga condong bertindak impulsif, misalnya mengatakan sesuatu tanpa berpikir terlebih dulu alias mengambil keputusan saat sedang emosi.
5. Mengatakan alias melakukan sesuatu nan kemudian disesali
Dalam kondisi emosi nan kuat, seseorang bisa mengucapkan kata-kata alias melakukan tindakan nan kemudian dia sesali setelah emosinya mereda.
6. Emosi mengganggu tujuan hidup
Ilustrasi. Seseorang nan susah fokus, susah mempertahankan hubungan sosial bisa menandakan dia susah mengendalikan emosi. (Gayuh Tri Pinjungwati)
Emosi nan tidak terkendali juga bisa membikin seseorang kesulitan mencapai tujuan, misalnya susah konsentrasi bekerja, belajar, alias mempertahankan hubungan sosial.
7. Merasa kewalahan
Sebagian orang merasa emosinya terlalu kuat dan susah dikendalikan, sehingga mereka merasa kewalahan alias tidak bisa memahami apa nan sedang mereka rasakan.
8. Menarik diri saat stres
Tidak semua orang mengekspresikan emosi dengan ledakan marah. Beberapa orang justru menarik diri, diam, alias merasa kosong ketika emosi terasa terlalu kuat.
9. Ledakan emosi seperti berteriak alias menangis
Pada kondisi nan lebih berat, seseorang bisa mengalami ledakan emosi, seperti berteriak, menangis, alias membanting peralatan ketika merasa marah alias frustrasi.
10. Sulit menjaga hubungan dengan orang lain
Kesulitan mengendalikan emosi juga dapat membikin seseorang kesulitan mempertahankan hubungan sosial, baik dengan pasangan, teman, maupun keluarga.
11. Cenderung mengalami kekhawatiran alias depresi
Ilustrasi. Kesulitan mengendalikan emosi kerap disertai kekhawatiran alias emosi tertekan. (freepik.com)
Emotional dysregulation juga sering disertai kecemasan, depresi, alias emosi tertekan nan membikin seseorang semakin susah mengelola emosinya.
Jika seseorang sering mengalami kesulitan mengendalikan emosi hingga mengganggu kehidupan sehari-hari, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga ahli seperti psikolog alias psikiater.
Dengan support nan tepat, keahlian mengelola emosi dapat dipelajari dan dilatih sehingga seseorang dapat merespons situasi hidup dengan lebih sehat dan seimbang.
(anm/els)
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·