Jakarta, CNN Indonesia --
PT ABM Investama Tbk (ABMM) akan membagikan dividen tunai sebesar US$15,5 juta alias sekitar Rp267,05 miliar. Hal itu disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 nan digelar pada Rabu (29/4).
Dividen tersebut merupakan bagian dari untung bersih konsolidasian nan dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$70,61 juta.
Manajemen menyatakan dividen bakal dibagikan secara proporsional kepada pemegang saham nan tercatat pada 8 Mei 2026, dengan agenda pengedaran pada 28 Mei 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, perseroan juga menyisihkan biaya persediaan sebesar US$100 ribu sesuai ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas. Sisa untung bersih bakal dimasukkan sebagai untung ditahan untuk mendukung aktivitas upaya ke depan.
Perseroan juga memberikan kewenangan kepada dewan untuk mengatur lebih lanjut tata langkah pembagian dividen sesuai ketentuan nan bertindak di pasar modal.
Dalam paparan publik, Direktur Utama ABMM Achmad Ananda Djajanegara mengatakan perseroan terus memperkuat posisi sebagai perusahaan daya terintegrasi melalui ekspansi di sektor pertambangan.
"Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang di sektor pertambangan, kami telah mengakuisisi perusahaan tambang PT Nirmala Coal Nusantara pada 2024 dan PT Piranti Jaya Utama pada 2025," ujar laki-laki nan berkawan disapa Andi itu.
Ia menjelaskan akuisisi tersebut bermaksud meningkatkan kapabilitas produksi batu bara sekaligus memperkuat portofolio tambang, khususnya di Sumatra dan Kalimantan.
Tambang Nirmala Coal Nusantara nan berlokasi di Aceh Barat disebut telah mencatatkan penjualan perdana pada Februari 2026, dengan potensi persediaan mencapai puluhan juta ton.
Sementara itu, tambang Piranti Jaya Utama di Kalimantan Tengah ditargetkan mulai beraksi secara komersial pada akhir 2026.
"Untuk mengantisipasi kebutuhan pasar Asia nan terus berkembang, ABMM tengah mempersiapkan operasionalisasi PJU," ujar Andi.
Di tengah tantangan sepanjang 2025, ABMM juga mencatat efisiensi operasional dengan volume overburden removal mencapai 235,5 juta BCM.
"Pencapaian ini menegaskan keahlian perusahaan dalam mengoptimalkan aset dan sumber daya di tengah kondisi pasar nan menantang," ujarnya.
Selain sektor tambang, perusahaan juga memperkuat lini upaya logistik dan fabrikasi melalui anak usaha, termasuk ekspansi pasar ekspor serta peningkatan keahlian jasa kepada pengguna strategis.
[Gambas:Video CNN]
(lau/sfr)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·