Jakarta, CNN Indonesia --
PSSI menggandeng Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) sebagai mitra pengembangan sepak bola putri Indonesia melalui sebuah program kerja sama berjudul "Next Goal".
Kerja sama ini melibatkan tiga pihak, ialah PSSI, FFF, dan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia. Program tersebut bakal mengirimkan pesepakbola putri Indonesia ke Clairefontaine, akomodasi latihan ternama di Prancis Utara nan telah menjadi tempat tempaan banyak pemain sebelum menjelma menjadi bintang dunia.
PSSI bakal memberangkatkan 28 delegasi ke Clairefontaine, terdiri dari 20 pemain nan di antaranya merupakan penggawa Timnas Putri U-17 dan 8 ofisial termasuk pelatih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski turut berangkat, pembimbing Timnas Putri U-17, Timo Scheunemann tidak bakal melatih secara langsung lantaran para pemain bakal diasuh pembimbing asal Prancis.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan argumen utama dipilihnya Prancis sebagai mitra adalah keterbukaan diplomasi olahraga Prancis, termasuk nilai kesetaraan gender.
"Prancis mau mendorong diplomasi olahraga lantaran perihal itu sangat bagus untuk fondasi hubungan kerja sama olahraga. Di dalamnya juga ada pesan kesetaraan gender, bahwa wanita kudu diberi kesempatan nan sama," ujar Erick.
"Dengan tawaran dari FFF nan merupakan salah satu nan terbaik di bumi dan pernah menjadi juara dunia, kami membuka kesempatan untuk mengembangkan para pemain muda ini ke skala nan lebih besar, dengan pedoman pengembangan sepak bola putri di Clairefontaine," tambahnya.
Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, menyatakan kerja sama ini merupakan bagian dari prioritas Prancis dalam mempererat hubungan bilateral di bagian olahraga.
"Ini merupakan prioritas bagi Prancis, kesetaraan dalam olahraga, terutama kesetaraan dalam sepak bola. Oleh lantaran itu, kami sangat senang bekerja sama dengan Indonesia lantaran kami mempunyai tujuan nan sama persis. Jadi, pada dasarnya, mengidentifikasi pemain muda wanita dan kemudian mereka bakal dikirim ke Clairefontaine, pusat latihan sepak bola kami, di mana mereka bakal dilatih," ungkap Fabien.
"Kami mau mendukung, melatih, dan membantu mengidentifikasi pemain wanita muda terbaik Indonesia. Ini hanyalah langkah pertama dan kami bakal memperluasnya di masa depan," tutur Dubes Prancis itu.
Lebih lanjut, Erick juga menyebut bahwa program ini tidak lepas dari capaian pembinaan sepak bola putri nan telah melangkah selama dua hingga tiga tahun berbareng pihak swasta, ialah MilkLife dan Hydroplus nan sukses menjaring nyaris 40.000 pesepakbola putri muda di Indonesia.
Prancis dipandang sebagai mitra nan tepat untuk membawa pengembangan tersebut ke level nan lebih tinggi.
Adapun Prancis mempunyai rekam jejak panjang dalam sejarah sepak bola dunia. Di antaranya termasuk sebagai letak berdirinya instansi pertama FIFA pada 1904 dan sebagai tuan rumah Piala Dunia ketiga pada 1938, nan memperkuat posisinya sebagai mitra strategis bagi pengembangan sepak bola Indonesia.
[Gambas:Video CNN]
(afr/afr/jun)
Add
as a preferred source on Google
4 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·