Jakarta, CNN Indonesia --
Anggota DPR RI Surya Utama namalain Uya Kuya melaporkan dugaan penyebaran buletin bohong ke Polda Metro Jaya mengenai tudingan di media sosial nan menyebut dirinya mempunyai 750 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah norma itu diambil lantaran dia merasa dirugikan oleh info nan dinilai tidak benar.
"Karena hoaks, mengingat penjarahan rumah saya kan juga lantaran video-video hoaks masif beredar nan dibiarkan. Banyak video-video lama dari TikTok saya dikasih tulisan-tulisan seolah-olah itu statement saya, padahal saya enggak pernah bicara apapun saat itu," ujar Uya saat dihubungi wartawan, Minggu (19/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politikus PAN tersebut mengaku tidak mengetahui asal-usul tuduhan tersebut. Ia menegaskan tidak mempunyai dapur MBG seperti nan beredar di sejumlah akun media sosial.
"Dan nan saya bingung dari mana itu cerita saya punya dapur MBG. Karena sampai saat ini saya tidak punya satu pun dapur MBG selain dapur restoran saya di Benhil namanya Asli Rasa," ujarnya.
Uya juga mempertanyakan motif pihak nan kembali menyebarkan konten hoaks nan menyeret namanya. Ia menyinggung peristiwa penjarahan rumahnya pada 2025 nan disebut dipicu oleh info keliru di media sosial.
"Mereka mau apa lagi dari saya? Udah kemarin rumah dan family saya dikorbankan dengan menggunakan video hoaks dari video-video lama saya nan ditambahkan tulisan-tulisan seolah-olah saya. Dan rumah nan kemarin dijarah juga sampe sekarang aja belum selesai direnovasi, sekarang udah difitnah lagi, kenapa saya lagi nan difitnah," katanya.
Laporan polisi tersebut dibuat setelah muncul unggahan di platform Threads nan menuding dirinya mempunyai ratusan dapur MBG. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membenarkan adanya laporan tersebut.
"Iya benar. (Terkait) penyebaran buletin bohong," ujar Kombes Budi Hermanto saat dihubungi wartawan, Minggu (19/4).
Laporan itu teregister dengan nomor: LP/B/2746/TV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA. Uya diketahui memandang unggahan tersebut pada Sabtu (18/4), nan menampilkan foto dirinya nan telah diedit disertai narasi menyesatkan.
Merasa dirugikan, dia kemudian mendatangi SPKT Polda Metro Jaya untuk melaporkan kasus tersebut dengan dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), termasuk pasal mengenai manipulasi info dan pemalsuan.
Saat ini, kasus tersebut tetap dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
(dis/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·