Jakarta, CNN Indonesia --
Siswa SMA kebanyakan bakal langsung melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, tidak sedikit juga nan memilih untuk mengambil jarak usai lulus SMA namalain gap year.
Mungkin ada beberapa orang nan tetap bingung untuk meneruskan ke bangku kuliah alias mengambil jarak sesaat. Jadi, apakah Anda termasuk orang nan ambil gap year? Ini plus-minusnya nan perlu Anda tahu dirangkum dari sejumlah sumber.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Trill, gap year merupakan istilah nan digunakan untuk menggambarkan proses libur selama setahun ialah antara lulusan SMA dan kuliah.
Plus-minus ambil gap year kuliah
Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk lanjut kuliah alias gap year, ketahui dulu plus-minusnya.
1. Memiliki waktu untuk refleksi diri
Bagi beberapa orang, gap year dapat menjadi masa nan dibutuhkan untuk berpikir dan merenungkan lebih dalam mengenai arah hidup dan minatnya.
Hal ini tentu berfaedah bagi Anda nan belum percaya dengan apa nan diinginkan. Gap year membantu untuk meyakini bidang dan studi apa nan dipilih sebagai tujuan. Atau mungkin keputusan lain nan lebih sesuai dengan kemauan pribadimu.
2. Punya waktu untuk bekerja
Gap year dapat dimanfaatkan untuk bekerja penuh waktu. Kamu dapat menabung hasil bekerja untuk biaya kuliah.
Selain itu pekerjaan penuh waktu nan dilakukan juga dapat menambah pengalaman kerja nan menguntungkan bagimu.
3. Kesempatan untuk menambah pengalaman
Gap year membantu seseorang mengejar impiannya lebih dulu. Contohnya, dengan mengisi aktivitas seperti magang, kursus, menjadi relawan, berwirausaha, alias apalagi bekerja kantoran.
Selama masa gap year diisi dengan aktivitas produktif, tentu perihal ini bisa menjadi nilai tambah dirimu lantaran telah menunjukkan semangat dan inisiatif untuk mengembangkan diri.
4. Jadi waktu transisi
Gap year juga dimanfaatkan sebagai waktu transisi dari seorang siswa menuju mahasiswa. Mereka bertransisi dari satu fase krusial dalam hidup ke fase berikutnya.
Konsultan Perguruan Tinggi dari Bright Outlook Global Prep, Jennifer Post Draeger, mengatakan dia sering membimbing siswa gap year dan menemukan bahwa mereka seringkali dapat mempersiapkan diri lebih matang untuk ke universitas.
Dalam perihal ini, gap year bukan berfaedah berhenti, melainkan menjadi waktu untuk mematangkan diri sehingga siap menjalani hidup sebagai mahasiswa dan pribadi nan bertanggung jawab.
5. Dianggap kurang lazim
Tidak sedikit juga orang nan enggan melakukan gap year. Hal tersebut lantaran tetap banyak orang menganggap bahwa pendidikan kudu berjalan secara berkesinambungan.
Mengambil jarak namalain gap year juga sering kali dianggap dapat mengurangi minat seseorang untuk kembali melanjutkan studinya.
6. Kesenjangan usia dengan kawan sebaya
Seseorang nan menunda kuliah, khususnya dalam waktu nan cukup lama, tak jarang bakal merasa canggung dalam beradaptasi.
Misalnya, saat masuk kuliah seseorang bakal berada di angkatan nan lebih muda, sedangkan kawan seumurannya sudah memasuki tingkat akhir kuliah alias apalagi lulus.
Meski demikian, perihal ini tidak perlu menjadi masalah besar asalkan Anda percaya diri dengan pengalaman-pengalaman nan telah didapatkan selama gap year.
Demikian plus-minus ambil gap year kuliah untuk Anda tahu.
(glo/fef)
[Gambas:Video CNN]
9 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·