Surabaya, CNN Indonesia --
Publik di Surabaya dihebohkan dengan tindakan arogan seorang anggota TNI Angkatan Laut (AL) nan nekat melawan arus dan menggebrak mobil ambulans di Jalan Bengawan, Wonokromo, Surabaya. Aksinya itu terekam video amatir dan viral di media sosial.
Hal itu bermulai saat sebuah ambulans milik Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) tengah bergegas menjemput pasien kritis, Peristiwa itu terjadi Senin (27/4) lalu.
Namun di tengah jalan, laju ambulans justru tersendat oleh sejumlah pemotor nan melawan arus, termasuk seorang personil TNI AL nan diketahui berjulukan Kopka Sujarwo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rekaman video nan beredar, Kopka Sujarwo nan tengah membonceng seorang wanita tampak tersulut emosi saat berhadapan dengan ambulans.
Bukannya menepi, dia justru melayangkan gebrakan ke badan mobil ambulans dan terlibat cekcok mulut dengan sang sopir. Koordinator Ambulans YDSF, Sodik, mengonfirmasi, saat itu timnya sedang dalam misi darurat menuju Rumah Sakit William Booth.
"Kita mau menjemput pasien di Rumah Sakit William Booth. Saat itu posisi pasien ini sedang mau dirujuk ke RSUD Soetomo," kata Sodik saat dikonfirmasi, Kamis (30/4).
Akibat tindakan pengadangan tersebut, Sodik mengatakan penjemputan pasien mengalami keterlambatan nan cukup signifikan.
"Setelah itu orangnya juga tetap marah, juga sempat ya berbicara kotor, terakhir bilang intinya enggak apa diviralkan. Setelah itu kita sampai telat kurang lebih 10 menitan," ucap Sodik.
Buntut dari viralnya video tersebut, Kopka Sujarwo didampingi atasannya kemudian mendatangi instansi YDSF pada Rabu (29/4) untuk menjelaskan tindakan terpujinya itu.
Melalui pertemuan itu Kopka Sujarwo akhirnya mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada pengemudi ambulans nan bertugas.
"Saya atas nama Kopka Sujarwo dengan ini menyampaikan permohonan maaf kepada pihak YDSF driver ambulans atas nama Varhan. Dengan viralnya video di media sosial nan mana kami melanggar lampau lintas. Saya tidak bakal mengulangi pelanggaran tersebut," kata Sujarwo.
Sodik menyatakan, pihak yayasan telah menerima permintaan maaf tersebut dan menganggap persoalan ini telah selesai secara kekeluargaan.
"Setelah datang ke sini, kita diskusi, saling menjelaskan kejadian dan Bapak Sujarwo juga mengakui kesalahannya. Untuk persoalan sudah clear, sudah selesai," pungkasnya.
(frd/dal)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·