slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Apa Itu Fomo, Penyebab, Dampak, Dan Cara Mengatasinya

Sedang Trending 4 bulan yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Melihat foto alias video teman-teman di media sosial tanpa keterlibatan Anda kerap kali memunculkan FOMO. Sebenarnya apa itu FOMO?

FOMO bisa dikatakan sebagai emosi tidak nyaman nan terus tumbuh menjadi rasa sedih, cemburu, hingga menurunkan kepercayaan diri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

FOMO muncul lantaran perkembangan teknologi dan media sosial nan membikin kita selalu terhubung selama 24 jam sehari.

Informasi dan aktivitas orang lain terus mengalir di layar ponsel kita tanpa henti sehingga kita merasa tidak bisa lepas dari bumi luar. Akibatnya, muncul emosi bahwa hidup kita tidak sebaik orang lain.

Melansir dari laman Cleveland Clinic, berikut penjelasan apa itu FOMO, penyebab, akibat bagi kesehatan, serta langkah efektif untuk mengatasinya agar hidup Anda lebih tenang dan bahagia.

Mengenal istilah FOMO

Apa itu FOMO? FOMO adalah singkatan dari Fear of Missing Out ialah istilah nan menggambarkan rasa takut alias resah lantaran merasa tertinggal dari orang lain.

Biasanya, FOMO muncul ketika seseorang memandang orang lain tampak lebih bahagia, lebih sukses, alias menikmati hidup nan lebih menarik.

Kemudian, FOMO sering kali dipicu oleh media sosial, ketika seseorang bisa dengan mudah membandingkan kehidupannya dengan kehidupan orang lain nan terlihat sempurna di bumi maya.

Bukan hanya itu, FOMO bisa terjadi di beragam aspek kehidupan misalnya, seorang atlet merasa resah lantaran memandang rekan latihannya lebih giat berolahraga.

Lalu, seorang pembaca merasa kurang pandai lantaran memandang orang lain bisa menyelesaikan banyak kitab dalam waktu singkat.

Selain itu, seseorang merasa tertinggal lantaran teman-temannya sering berjalan dan mempunyai pengalaman seru nan tidak dia miliki.

Penyebab FOMO

Setelah memahami apa itu FOMO, krusial untuk mengetahui kenapa kondisi ini bisa terjadi. FOMO bisa dialami oleh siapa saja, tapi lebih sering muncul pada perseorangan dengan tingkat kepercayaan diri rendah alias nan sedang mengalami gangguan mental seperti kekhawatiran (anxiety) dan depresi.

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial secara berlebihan dapat meningkatkan akibat munculnya kekhawatiran dan depresi.

Ketika seseorang menjadikan media sosial sebagai satu-satunya langkah untuk terhubung dengan bumi luar, terutama bagi mereka nan kesulitan berinteraksi secara langsung, maka ketergantungan itu dapat memperparah FOMO.

Dr. Sullivan dalam pernyataannya di Cleveland Clinic menjelaskan bahwa manusia pada dasarnya memerlukan hubungan sosial.

Namun, ketika hubungan itu bergeser ke bumi maya dan tidak diimbangi dengan hubungan nyata, emosi tidak cukup, tidak berharga, dan tidak termasuk dalam golongan bisa muncul dengan kuat.

FOMO juga berangkaian dengan kebutuhan dasar manusia untuk merasa diterima dan diakui. Ketika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, seseorang bakal mencari pengganti melalui pengesahan sosial dari media digital.

Kemudian, semakin sering seseorang memandang kebahagiaan orang lain di media sosial, semakin besar pula kemungkinan munculnya FOMO.

Dampak FOMO terhadap kesehatan

FOMO tidak hanya berakibat pada emosi, tetapi juga memengaruhi kesehatan fisik. Rasa resah nan berlebihan akibat FOMO bisa menyebabkan indikasi bentuk seperti:

  • Ketegangan pada otot perut dan mual
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot dan tubuh
  • Jantung berdebar cepat
  • Gangguan tidur dan rasa resah berlebih

Secara emosional, penderita FOMO condong mengalami pikiran negatif nan berulang, membandingkan diri secara terus-menerus, dan merasa tidak cukup baik. Dalam jangka panjang, perihal ini dapat menurunkan nilai diri dan apalagi memicu depresi.

Jika emosi ini mulai mengganggu aktivitas harian seperti susah konsentrasi di sekolah, pekerjaan, alias hubungan sosial. Maka krusial untuk segera mencari support profesional, seperti psikolog alias konselor.

Cara mengatasi FOMO dengan efektif

Mengetahui apa itu FOMO, penyebab, dan dampaknya bagi kesehatan adalah langkah pertama. Namun, nan lebih krusial adalah gimana langkah mengelolanya agar tidak berakibat jelek pada keseharian Anda.

Berikut beberapa tips nan direkomendasikan oleh para ahli.

1. Kenali dan akui emosi Anda

Sadari kapan Anda mulai merasa resah alias iri lantaran membandingkan diri dengan orang lain. Jika tubuh mulai merespons secara bentuk (misalnya jantung berdebar alias kepala pusing), itu tanda untuk berakhir sejenak dari media sosial.

2. Batasi penggunaan media sosial

Buat agenda unik untuk membuka media sosial. Misalnya, hanya pada jam tertentu alias hanya di akhir pekan. Anda juga bisa mengaktifkan pengingat waktu penggunaan aplikasi agar tidak berlebihan.

3. Identifikasi pemicu FOMO

Ketahui hal-hal nan paling sering membikin Anda merasa tertinggal. Bisa jadi akun tertentu, kawan tertentu, alias jenis konten tertentu.

Setelah mengenalnya, Anda bisa mengurangi paparan terhadap pemicu tersebut.

4. Bangun rasa percaya diri dan jati diri

Lalu, fokuslah pada kelebihan dan nilai-nilai nan Anda miliki. Tulis hal-hal nan membikin Anda bahagia, apa nan membikin Anda unik, dan aktivitas nan membikin hidup Anda bermakna.

Semakin kuat rasa percaya diri Anda, semakin mini pengaruh FOMO terhadap diri Anda.

5. Sadari realitas media sosial

Ingatlah bahwa apa nan terlihat di bumi maya hanyalah sebagian mini dari kenyataan. Banyak orang hanya menampilkan sisi terbaik hidup mereka, bukan perjuangan alias kesulitannya.

Dengan menyadari perihal ini, Anda bisa lebih realistis dalam menilai kehidupan orang lain.

6. Cari support ahli jika perlu

Jika FOMO sudah memengaruhi kehidupan sehari-hari, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog. Terapi kognitif perilaku (CBT) dan terapi interpersonal dapat membantu Anda mengubah pola pikir negatif dan membangun hubungan sosial nan lebih sehat.

Dengan memahami apa itu FOMO dan langkah mengelolanya, Anda dapat menjalani hidup dengan lebih tenang, fokus, dan penuh rasa syukur terhadap apa nan Anda miliki saat ini.

(gas/juh)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru