slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Apakah Cuci Darah Ditanggung Bpjs Kesehatan? Cek Aturannya

Sedang Trending 6 bulan yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Pasien nan mengalami gagal ginjal kudu melakukan prosedur medis cuci darah. Namun, apakah cuci darah ditanggung BPJS Kesehatan?

Cuci darah merupakan terapi pengganti kegunaan ginjal. Cuci darah dilakukan saat kegunaan ginjal sudah turun lebih dari 90 persen untuk membuang unsur sisa metabolik nan berbisa dan kelebihan cairan dari tubuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prosedur cuci darah bagi setiap pasien berbeda-beda menyesuaikan pada diagnosis, usia, dan jenis kelamin. Ada nan dua kali seminggu alias tiga kali seminggu sesuai rekomendasi dokter.

Apa cuci darah bisa pakai BPJS Kesehatan?

Biaya nan dikeluarkan untuk melakukan cuci darah di rumah sakit tidaklah sedikit. Lantas, apakah cuci darah ditanggung BPJS Kesehatan?

Jawabannya adalah iya, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 3 Tahun 2023, BPJS Kesehatan menanggung biaya cuci darah.

Bentuk perawatan kandas ginjal nan ditanggung BPJS Kesehatan mencakup banyak hal. Mulai dari administrasi, pemeriksaan, terapi, hingga pengobatan lanjutan.

Cuci darah alias hemodialisis dilakukan dengan metode serta perangkat unik untuk menyaring darah serta menggantikan ginjal nan rusak pada pasien kandas ginjal kronis.

Penyakit kandas ginjal merupakan kategori penyakit katastropik ialah memerlukan perawatan medis cukup lama serta berbiaya tinggi.

Penyakit katastropik termasuk kandas ginjal menjadi salah satu penyakit nan penanganannya ditanggung Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat tersebut dikelola langsung oleh BPJS Kesehatan.

Prosedur cuci darah

Pasien kandas ginjal mempunyai dua pengganti untuk cuci darah ialah dengan hemodialisis alias cuci darah dengan mesin dialiser alias dialisis peritonial ialah cuci darah melalui perut.

Di Indonesia umumnya pasien kandas ginjal melakukan cuci darah dengan hemodialisis klinis, seperti dikutip dari Buku Gagal Ginjal, Informasi Lengkap untuk Penderita dan Keluarganya oleh Tim Redaksi Vitahealth.

Mesin cuci darah tersebut berfaedah sebagai ginjal buatan. Proses cuci darah biasanya dilakukan satu sampai tiga kali seminggu di rumah sakit. Dalam satu bulan, cuci darah bisa mencapai 8-10 kali.

Cara kerjanya, darah nan dipompa keluar dari tubuh, masuk ke mesin dialiser untuk dibersihkan melalui roses difusi dan ultrafiltrasi dengan dialisat alias cairan unik dialisis. Kemudian dialirkan Kembali ke dalam tubuh.

Perawatan kandas ginjal nan dicover BPJS Kesehatan

Selain cuci darah, ada dua perawatan kandas ginjal nan juga ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Berikut rinciannya.

1. Transplantasi ginjal

Transplantasi ginjal alias cangkok ginjal adalah prosedur bedah untuk mengganti kerusakan organ ginjal nan dilakukan kepada pasien penderita kandas ginjal stadium akhir.

Ginjal tersebut biasanya didapat dari pendonor. Baik itu pendonor tetap hidup (living-donor kidney transplant) alias sudah meninggal (deceased-donor kidney transplant).

Fungsi transplantasi ginjal ini menjadi langkah terbaik untuk membantu meningkatkan kualitas hidup penderita.

Melansir laman BPJS Kesehatan, jumlah biaya nan ditanggung untuk transplantasi ginjal mencapai Rp378 juta dan sudah termasuk pemeriksaan, observasi, obat-obatan, hingga penyembuhan.

2. Perawatan CAPD

Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) merupakan perawatan pengobatan pada pasien kandas ginjal dengan metode cuci darah melalui perut.

Metodenya memanfaatkan selaput dalam rongga perut (peritoneum) lantaran permukaannya luas dan banyak jaringan pembuluh darah sebagai filter alami nan dilewati unsur sisa.

Dibanding hemodialisis, CAPD dinilai lebih menguntungkan lantaran prosesnya bisa dilakukan secara berdikari apalagi setiap pendamping dan pasien bakal diberi training terlebih dulu.

Untuk bahan cairan serta perangkat juga dikirim pihak rumah sakit ke alamat pasien, sedangkan jumlah biaya nan dicover BPJS Kesehatan sampai sembuh ialah Rp76 juta per tahun setiap pasien.

Demikian penjelasan tentang apakah cuci darah ditanggung BPJS Kesehatan. Jawabannya adalah iya, cuci darah merupakan salah satu perawatan nan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Namun perawatan tersebut hanya mencakup biaya pengobatan sampai tuntas dan tidak termasuk kebutuhan lain berkarakter pribadi. Semoga berfaedah dan sehat selalu!

(glo/juh)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru