CNN Indonesia
Sabtu, 25 Apr 2026 13:50 WIB
Ilustrasi. Banyak nan bertanya-tanya apakah pelaku selingkuh bisa sembuh, terlebih hubungan nan sudah rusak apa bisa diperbaiki? Ini jawabannya. (iStockphoto/1001nights)
Jakarta, CNN Indonesia --
Perselingkuhan bukan hanya soal pelanggaran komitmen, tetapi juga membawa luka emosional nan mendalam. Lantas, apakah selingkuh bisa sembuh? Simak penjelasannya di sini.
Banyak orang merasa hubungan mereka telah berhujung saat mengetahui adanya pengkhianatan. Namun di kembali rasa sakit tersebut, rupanya tetap ada angan untuk pulih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal inilah nan kemudian membikin banyak orang bertanya, apakah selingkuh bisa sembuh sepenuhnya? Dikutip dari Well Marriage Center dan beragam sumber lainnya, berikut penjelasan beserta dampaknya.
Apakah selingkuh bisa sembuh?
Seseorang nan selingkuh memang mempunyai kecenderungan untuk mengulangi kesalahan. Namun, bukan berfaedah tidak bisa diubah dan diperbaiki.
Kesembuhan dari perselingkuhan sangat berjuntai pada kesadaran perseorangan nan bersangkutan. Jika seseorang bisa mengakui kesalahan, memahami akar masalah, dan berkomitmen untuk berubah, kesempatan untuk pulih sangat terbuka.
Penting untuk dipahami bahwa perselingkuhan bakal selalu menjadi bagian dari perjalanan hubungan. Ada beberapa aspek krusial nan menentukan keberhasilan proses pemulihan, salah satunya komitmen kedua pasangan.
Tanpa adanya kemauan berbareng untuk memperbaiki hubungan, proses pengobatan bakal susah tercapai.
Pasangan nan melakukan perselingkuhan kudu bersedia mengakhiri hubungan dengan pihak ketiga, bersikap jujur, serta menunjukkan penyesalan nan tulus. Adapun pihak nan diselingkuhi perlu memproses emosinya secara sehat dan membuka ruang untuk rekonsiliasi.
Meski demikian, proses pengobatan ini tidak selalu melangkah lurus. Akan ada fase naik turun, di mana emosi negatif bisa kembali muncul meskipun waktu telah berlalu. Hal ini merupakan bagian nan wajar dalam proses pemulihan.
Dalam beberapa kasus, support dari konselor alias terapis hubungan bakal sangat membantu dalam memahami akar masalah, memperbaiki komunikasi, serta membangun kembali kedekatan emosional.
Dampak jelek bagi pelaku perselingkuhan
Perselingkuhan tidak hanya berakibat pada korban, tetapi juga membawa akibat serius bagi pelakunya. Berikut adalah beberapa akibat nan sering dialami:
1. Rasa bersalah nan mendalam
Pelaku perselingkuhan umumnya mengalami rasa bersalah nan kuat, terutama setelah ketidakejujuran terungkap alias ketika memandang pasangan terluka.
Perasaan ini tidak selalu lenyap dengan cepat, apalagi bisa memperkuat dalam jangka panjang nan pada akhirnya memengaruhi kesehatan mental.
2. Kecemasan dan ketakutan
Ilustrasi seseorang mengalami kecemasan. (Istockphoto/PeopleImages)
Selain rasa bersalah, pelaku juga kerap dihantui kecemasan. Ketakutan bakal kehilangan pasangan, keluarga, alias apalagi status sosial menjadi beban tersendiri.
Dalam beberapa situasi, pelaku merasa resah setiap saat lantaran cemas kebohongannya terbongkar. Kondisi ini dapat memicu stres kronis, gangguan tidur, hingga ketidakstabilan emosi.
3. Penurunan nilai diri
Meskipun perselingkuhan sering diasosiasikan dengan kemauan alias dorongan tertentu, pada kenyataannya banyak pelaku justru mengalami penurunan nilai diri.
Kesadaran bahwa dirinya telah melanggar nilai dan komitmen, dapat membikin pelaku merasa tidak layak alias kandas sebagai pasangan.
4. Stres emosional
Menjalani dua hubungan secara berbarengan memerlukan daya emosional nan sangat besar. Pelaku kudu terus menjaga rahasia, mengatur cerita, dan menghadapi tekanan dari beragam arah.
Kondisi ini sering kali menyebabkan kelelahan emosional nan intens, apalagi sebelum perselingkuhan terungkap.
5. Kerusakan hubungan jangka panjang
Ketika perselingkuhan terungkap, hubungan utama nyaris selalu mengalami kerusakan nan signifikan. Bahkan jika pasangan memutuskan untuk bertahan, hubungan tersebut bakal mengalami perubahan mendasar.
Pelaku kudu menghadapi akibat berupa kecurigaan, pengawasan, serta kebutuhan untuk membangun ulang kepercayaan dari awal.
[Gambas:Video CNN]
6. Konflik internal
Pelaku sering kali mengalami dilema jiwa antara kemauan mempertahankan hubungan utama dan keterikatan dengan pihak ketiga. Konflik ini dapat menimbulkan kebingungan, tekanan emosional, serta kesulitan dalam mengambil keputusan.
7. Dampak sosial
Jika perselingkuhan diketahui oleh lingkungan sekitar, pelaku berpotensi menghadapi stigma sosial. Penilaian negatif dari keluarga, teman, alias rekan kerja dapat memengaruhi hubungan sosial dan reputasi pribadi.
Dalam beberapa kasus, akibat ini juga dapat merembet ke kehidupan profesional, terutama jika kepercayaan dari orang lain menurun.
Pada akhirnya, menjawab pertanyaan apakah selingkuh bisa sembuh berjuntai pada kesadaran pelaku dan aspek lingkungan.
(gas/rti)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·