Jakarta, CNN Indonesia --
Al khabir adalah salah satu nama terbaik Allah dalam Asmaul Husna. Al khabir artinya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu secara terperinci dan mendalam.
Nama ini menunjukkan bahwa tidak ada satu pun nan luput dari pengetahuan-Nya, apalagi perihal nan tersembunyi sekalipun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemahaman terhadap nama terbaik Allah bukan sekadar teori, tetapi juga membawa pengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari. Ketika seorang hamba menyadari bahwa Allah Maha Mengetahui segala detail, dia bakal terdorong untuk hidup lebih berhati-hati, ikhlas, dan penuh rasa syukur.
Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa makna dan pelajaran nan dapat kita ambil dari asmaul husna Al Khabir.
Arti Asmaul Husna Al Khabir
Berdasarkan penjelasan dalam kitab Rahasia Keajaiban Asmaul Husna karya Syafi'ie el-Bantanie, nama Al-Khabir mempunyai makna nan sangat mendalam. Dalam Al Quran, Allah menegaskan:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
Yâ ayyuhan-nâsu innâ khalaqnâkum min dzakariw wa untsâ wa ja'alnâkum syu'ûbaw wa qabâ'ila lita'ârafû, inna akramakum 'indallâhi atqâkum, innallâha 'alîmun khabîr.
Artinya: Sungguh, orang nan paling mulia di antara Anda di sisi Allah adalah orang nan paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti. (QS. Al-Hujurat:13).
Berdasarkan tafsir ayat tersebut, secara harfiah Al-Khabir berfaedah "Mahateliti". Lebih lanjut, dijelaskan bahwa frasa ini berasal dari kata khabara nan berfaedah pengetahuan nan mendetail dan mencakup hal-hal nan tersembunyi.
Dari sini lahirlah pemahaman bahwa Allah Swt adalah Dzat nan Mahateliti, nan mengetahui segala sesuatu hingga ke lapisan paling dalam. Tidak ada satu peristiwa pun di alam ini, besar maupun kecil, nan luput dari pengetahuan-Nya.
Allah Swt mengetahui perincian setiap perjalanan hidup manusia, termasuk tanda-tanda kematian hingga tibanya ajal. Tingkatan ketakwaan seseorang nan berbeda-beda pun sepenuhnya dalam pengawasan-Nya.
Bahkan bisikan hati nan paling rahasia, nan tidak diketahui orang lain, Allah mengetahuinya dengan jelas. Sebagaimana firman-Nya:
"...Maka sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap segala nan Anda kerjakan." (QS. An-Nisa [4]: 135).
Meneladani Al Khabir dalam kehidupan muslim
Menurut penjelasan dalam kitab Sukses dan Kaya Dengan Mengamalkan Asmaul Husna: Memanfaatkan Misteri Kedahsyatan Asmaul Husna, salah satu langkah meraih keberkahan hidup adalah dengan menghayati makna nama Allah, Al Khabir.
Nama ini menegaskan bahwa Allah mengetahui segala sesuatu, baik nan tampak jelas maupun nan tersembunyi di kembali hati manusia. Kesadaran ini mendorong kita untuk selalu meluruskan niat dan menjaga perbuatan.
Rasulullah saw bersabda, "Amal perbuatan itu berjuntai pada niat, dan setiap orang bakal memperoleh sesuai dengan apa nan dia niatkan." (HR. Bukhari).
Meneladani Al Khabir berfaedah memahami bahwa manusia hanyalah makhluk nan lemah, sepenuhnya berjuntai pada rahmat Allah.
Sadar bakal perihal ini juga membikin kita lebih rendah hati, tidak sombong, dan menjauhkan diri dari sikap durhaka. Segala nan kita alami, baik suka maupun duka, adalah bagian dari pengetahuan Allah nan tiada batas.
Lebih lanjut, pengamalan sifat Al-Khabir dapat diwujudkan dengan introspeksi diri secara rutin. Alih-alih sibuk menilai kelemahan orang lain, kita justru dianjurkan untuk memandang kekurangan diri sendiri.
Dengan begitu, kita bisa memperbaiki kesalahan, mengembangkan potensi, dan menata kehidupan agar lebih baik.
Orang nan jarang melakukan muhasabah condong mengulangi kesalahan dan susah berkembang, sedangkan mereka nan mau mengevaluasi diri bakal lebih mudah mencapai keberhasilan.
(han/fef)
7 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·