slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

As Buru Kapal Iran Dekat Ri Sampai Teheran Blokade Selat Hormuz Lagi

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Kelanjutan negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat menjadi sorotan berita global menyusul masa gencatan senjata selama dua pekan akan segera berakhir.

Situasi di Selat Hormuz, titik panas perang AS-Iran, hingga penembakan massal di Ukraina juga di tengah invasi Rusia yang masih berlangsung turut menjadi perhatian. Berikut kilas berita internasional selama akhir pekan:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penembakan Massal di Ukraina 6 Orang Tewas, 15 Luka-luka 

Insiden penembakan terjadi di Kyiv, Ukraina, pada Sabtu (18/4) waktu setempat. Enam orang dilaporkan tewas dan 15 lainnya luka-luka.

Seorang pria melepaskan tembakan ke arah warga sipil di sebuah jalan sebelum menyandera pengunjung di sebuah supermarket.

Melansir CNN, Jaksa Agung Ukraina Ruslan Kravchenko mengatakan pelaku merupakan pria berusia 58 tahun kelahiran Moskow. Ia dinyatakan tewas setelah operasi penindakan oleh aparat.

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Kapal Nekat Melintas Jadi Target 

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan Selat Hormuz kembali ditutup dan setiap kapal yang mencoba melintasi jalur tersebut akan menjadi target.

Pernyataan itu disampaikan kurang dari 24 jam setelah Iran sempat membuka kembali selat tersebut.

Dalam pernyataan yang dimuat Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA) pada Sabtu (18/4), Angkatan Laut IRGC Iran menyebut penutupan Selat Hormuz berlaku hingga Amerika Serikat mencabut blokade terhadap kapal dan pelabuhan Iran.

Militer AS Akan Buru Kapal-kapal Tanker Iran di Dekat RI 

Militer Amerika Serikat berencana memburu kapal-kapal Iran di wilayah dekat Indonesia yang menuju Indo-Pasifik.

Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine mengatakan pada Kamis (16/4) bahwa kapal-kapal tersebut kemungkinan besar akan dicegat di jalur Selat Malaka.

Menurut laporan Lloydslist dikutip dari CNN, kawasan Pasifik khususnya di dan sekitar Selat Malaka merupakan rumah bagi beberapa konsentrasi terbesar tanker gelap yang membawa minyak ilegal. Tank

(rds)

Add arsenic a preferred
root connected Google

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru