slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

As Minta Produk Pangan-pertanian Masuk Ri Tanpa Pembatasan Impor

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat (AS) meminta Indonesia memberikan kemudahan impor produk pangan dan pertanian asal Negeri Paman Sam tanpa kuota maupun pembatasan dalam Perjanjian Perdagangan Timbal Balik AS-Indonesia (United States-Indonesia Agreement on Reciprocal Trade).

Permintaan itu mencakup penghapusan beragam skema perizinan impor serta pengakuan standar keamanan pangan AS.

Dalam arsip United States Trade Representative (USTR), RI diminta membebaskan produk pangan dan pertanian asal AS dari kebijakan neraca komoditas, rezim perizinan impor hortikultura, hingga skema perizinan impor lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Indonesia kudu membebaskan produk pangan dan pertanian nan berasal dari Amerika Serikat dari kebijakan neraca komoditas, rezim perizinan impor hortikultura, serta beragam skema perizinan impor lainnya. Indonesia hanya menerapkan perizinan impor otomatis untuk produk-produk tersebut," demikian bunyi arsip perjanjian itu, Kamis (19/2).

Selain itu, Indonesia juga diminta tidak menerapkan kebijakan nan memberikan kewenangan impor unik kepada pihak tertentu alias membatasi importir dalam memasukkan produk pertanian AS ke pasar domestik.

Kesepakatan tersebut juga mengatur pengakuan terhadap sistem pengawasan pangan dan pertanian AS, termasuk standar teknis dan izin sanitasi nan bertindak di negara tersebut.

"Indonesia kudu mengakui bahwa standar sanitasi dan langkah pengawasan pangan Amerika Serikat telah memenuhi persyaratan nan bertindak di Indonesia untuk produk pangan dan pertanian impor," tulis arsip tersebut.

Indonesia juga diminta menerima sertifikasi resmi pemerintah AS sebagai bukti kepatuhan produk terhadap standar keamanan pangan, serta memastikan perubahan arsip sertifikasi bilateral tidak dilakukan tanpa persetujuan Amerika.

Selain itu, pemerintah diminta membatasi persyaratan info dalam sertifikat impor hanya pada info nan betul-betul diperlukan.

Perjanjian tersebut turut memuat ketentuan unik mengenai impor sejumlah komoditas. Untuk produk susu, Indonesia diminta mengakui sistem keamanan susu AS mempunyai tingkat perlindungan nan setara dengan standar nasional.

Indonesia juga diminta mengizinkan impor produk susu sapi, domba, dan kambing nan disertai sertifikat sanitasi dari Departemen Pertanian AS (USDA) tanpa mewajibkan tanda tangan master hewan dan tanpa persyaratan registrasi akomodasi produksi.

Untuk produk daging dan unggas, Indonesia diminta mengakui pengawasan keamanan pangan dari USDA Food Safety Inspection Service (FSIS), menerima daftar akomodasi produksi nan diawasi pemerintah AS sebagai daftar resmi eksportir, serta tidak menambahkan persyaratan registrasi tambahan.

Ketentuan serupa bertindak bagi produk olahan daging, telur, hingga produk perikanan. Indonesia diminta mengizinkan impor produk perikanan AS sepanjang dilengkapi sertifikat dari otoritas mengenai seperti National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

Kesepakatan tersebut juga mengatur penyederhanaan prosedur impor produk pertanian AS ke Indonesia. Pemerintah diminta menerima sertifikat pertanian AS tanpa memperhatikan tanggal keberangkatan peralatan dari pelabuhan asal serta tidak mewajibkan pemberitahuan sebelum pengiriman.

Perjanjian perdagangan timbal kembali antara Indonesia dan AS resmi ditandatangani pada Jumat (20/2). Dalam kesepakatan tersebut, AS menetapkan tarif sebesar 19 persen terhadap sejumlah produk asal Indonesia, meski beberapa peralatan tertentu mendapat tarif nol persen.

Kedua negara bakal menjalankan prosedur domestik masing-masing dalam beberapa pekan ke depan agar perjanjian dapat bertindak efektif. Kesepakatan ini juga mengatur sistem kuota bagi ekspor tekstil Indonesia ke pasar AS.

Perjanjian tersebut menjadi bagian dari upaya penataan hubungan perdagangan bilateral, di tengah defisit perdagangan peralatan Amerika Serikat terhadap Indonesia nan tercatat mencapai US$23,7 miliar pada 2025.

[Gambas:Video CNN]

(del/sfr)

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru