Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan sampai saat ini pemerintah belum memiliki rencana meningkatkan nilai Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, ialah pertalite dan solar. Hal ini sejalan dengan pengarahan Presiden Prabowo Subianto nan mau nilai tetap terjangkau.
Menurut Bahlil, pemerintah mau melindungi rakyat mini dari beragam gejolak dunia terutama dari sisi energi. Oleh karena itu, nilai BBM subsidi ia pastikan bakal tetap seperti semula.
"Bapak Presiden selalu menyampaikan kepada kami bahwa kita kudu bekerja betul-betul penuh dengan hati-hati memperhatikan kepentingan saudara-saudara kita, rakyat kecil, masyarakat kita tentang tingkat kemampuan. Sampai dengan sekarang, kita belum ada opsi untuk membatasi subsidi. Artinya belum ada kenaikan untuk subsidi. Masih tetap sama," ujar Bahlil usai Rapat di Kemenko Perekonomian, Jumat (27/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apabila bentrok di Timur Tengah berkepanjangan, Bahlil menyebut pemerintah sudah memikirkan langkah lain. Misalnya, membeli minyak dari negara nan tidak melewati Selat Hormuz.
"Tolong teman-teman saya sampaikan ulangi lagi bahwa import crude kita dari Middle East itu 20 persen dan sekarang kami sudah menemukan sumber crude baru selain dari Middle East," katanya.
Selain itu, dia memastikan pemerintah bakal terus memandang perkembangan perang antara Iran vs AS-Israel. Apalagi sampai saat ini belum ada tanda-tanda bakal berakhir.
"Makanya dinamika ini kan kita bakal ikuti. Jangankan ini sigap sekali dinamikanya, bisa per minggu, bisa per bulan. nan krusial bagi kita adalah gimana memastikan bahwa stok untuk BBM semuanya bisa clear," terangnya.
Bahlil menyebut pemerintah saat ini tengah menyusun langkah agar pemakaian BBM tidak terlalu signifikan. Salah satunya memberlakukan Work From Home (WFH).
"Itu semua lagi dirumuskan. Tapi lebih pada kita gimana melakukan pemakaian BBM dengan rasa bijaksanalah. Kita kudu bijak dalam memakai BBM," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN]
(ldy/agt)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·