Jakarta, CNN Indonesia --
Bareskrim Polri membongkar praktik pencucian uang skala besar nan dilakukan sindikat bandar narkoba 'The Doctor' namalain 'Charlie' namalain Andre Fernando dan Hendra Lukmanul Hakim namalain 'Pakcik'.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan dari hasil kajian perbankan terbaru, interogator menemukan perputaran biaya nan masif melalui penggunaan rekening proxy.
Ia menjelaskan rekening pihak ketiga alias rekening papan itu dipakai untuk mengaburkan jejak identitas antara pembeli dan bandar narkoba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Total keseluruhan arus masuk pada empat rekening penampung utama nan ditelusuri Bareskrim tercatat menyentuh nomor Rp124 M dari total 2.134 transaksi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/4).
Eko mengatakan tim campuran nan dipimpin Kombes Handik Zusen selaku Subdit IV dan Kombes Kevin Leleury selaku Satgas NIC telah menangkap empat orang pelaku.
Keempat pelaku, pertama L wanita asal Bekasi nan dari transaksi rekeningnya sejak 1 Agustus 2024 hingga 31 Maret 2026, tercatat biaya masuk tertinggi senilai Rp81 miliar melalui 946 kali transaksi.
Ia menambahkan terdapat temuan pola structuring (memecah transaksi) nan sangat rapi untuk menghindari penemuan otoritas keuangan, ialah dengan nominal berulang sebesar Rp99 juta sebanyak 445 kali.
"Tersangka L direkrut dengan hadiah Rp1 juta untuk membuka dan menyerahkan kartu ATM serta M-Banking miliknya," jelasnya.
Kemudian DEH wanita asal Tasikmalaya nan rekeningnya dikuasai Andre untuk mengelola operasional rekening masking. Sepanjang 21 Agustus 2025 hingga 28 Februari 2026, rekening ini mencatat arus duit masuk senilai Rp3 miliar dari 654 kali transaksi.
"DEH nan terdesak kebutuhan ekonomi bersedia menyerahkan KTP miliknya untuk didaftarkan rekening secara online oleh orang nan baru dikenalnya dengan hadiah tunai sebesar Rp2 juta," tuturnya.
Selanjutnya laki-laki inisial TZR nan rekeningnya digunakan langsung oleh supplier utama sabu Pacik Hendra namalain Lukmanul Hakim untuk menerima transfer pembayaran dari perantara Andre Fernando namalain The Doctor.
"Tercatat pada periode 9 Oktober 2025 hingga 28 Februari 2026, total biaya masuk mencapai Rp35 miliar dari 426 transaksi," jelasnya.
Terakhir dari rekening laki-laki inisial MR nan dipegang The Doctor langsung untuk menampung duit awal pesanan narkoba dari para pembeli, termasuk dari bandar Erwin Iskandar namalain Ko Erwin.
"Total arus biaya masuk di rekening ini berjumlah Rp3,9 miliar dari 108 transaksi. Rekening ini dibeli oleh sindikat dengan nilai Rp5.000.000,- nan mencakup kartu ATM, kartu perdana, dan HP," bebernya.
Kendati demikian, dia mengatakan info pencarian transaksi rekening tetap berkarakter dinamis. Hanya saja, kata dia pengembangan terus dilakukan dengan menangkap para penyedia rekening transaksi narkoba dimaksudkan untuk mengungkap sindikat secara menyeluruh.
"Mulai dari penyedia rekening, koordinator penyedia rekening, para pelaku peredaran gelap narkoba nan bertransaksi menggunakan rekening tampungan tersebut, hingga Bandar Narkoba nan merupakan pemilik alias pengendali rekening tampungan tersebut," pungkasnya.
Sebelumnya Andre ditangkap tim campuran saat sedang berbareng wanita asal Kazakhstan di Crowne Plaza Penang, Malaysia, pada Minggu (5/4) sekitar pukul 14.30 Waktu Setempat.
Andre Fernando menjadi DPO dalam kasus narkotika nan melibatkan bandar narkoba Ko Erwin. Kasus Koh Erwin turut menyeret mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro dan mantan Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota AKP Malaungi.
Andre disebut merupakan sosok nan menyediakan sabu nan dibeli Ko Erwin untuk diedarkan di wilayah Bima, NTB. Ko Erwin diketahui 2 kali melakukan transaksi kepada Andre pada Januari 2026.
Transaksi pertama senilai Rp400 juta per 2 kg sabu. Kemudian, transaksi kedua Rp400 juta dengan sabu nan diterima seberat 3 kg.
Selain itu, Andre juga berkedudukan sebagai pemasok alias pengendali peralatan haram narkotika di Whiterabit dengan julukan 'Charlie'.
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·