CNN Indonesia
Kamis, 30 Apr 2026 23:00 WIB
Taylor Swift bakal menjadi penyebab banyak musisi di bawah Universal Music Group (UMG) bakal mendapatkan rezeki nomplok. (Getty Images via AFP/ROY ROCHLIN)
Jakarta, CNN Indonesia --
Taylor Swift akan menjadi penyebab banyak musisi di bawah Universal Music Group (UMG) bakal mendapatkan rezeki nomplok setelah label raksasa itu sukses menjual sahamnya di Spotify.
Hal itu bakal terjadi menyusul UMG mengumumkan pada 29 April 2026 bahwa mereka bakal menjual separuh dari tiga persen saham mereka di Spotify. Penjualan itu diprediksi bakal senilai hingga US$1,4 miliar, berasas valuasi per 29 April 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu penjualan tersebut terjadi, perjanjian UMG dengan Taylor Swift bakal bertindak dan membikin seluruh musisi di bawah naungan label terbesar di bumi tersebut kecipratan duit gratis.
Seperti diberitakan Hollywood Reporter pada Rabu (29/4), semua bermulai ketika Taylor Swift melakukan negosiasi perjanjian sebelum berasosiasi dengan Universal Music Group pada November 2018.
Saat itu, UMG telah berkomitmen untuk membagikan hasil penjualan saham Spotify kepada para artisnya, tetapi Swift meminta agar pembagian tersebut berkarakter non-recoupable namalain tidak dikaitkan dengan utang alias biaya artis ke label.
Dalam klausul kontraknya, Taylor Swift apalagi menyatakan bahwa ketentuan non-recoupable dalam penjualan saham Spotify tersebut, "lebih berfaedah bagi saya daripada poin kesepakatan lainnya."
Langkah Taylor Swift dinilai sangat pandai lantaran menjamin kesepakatan nan lebih menguntungkan bagi ribuan artis lainnya. Hal ini juga dinilai hanya bisa terwujud dengan dorongan sosok dengan pengaruh sebesar dirinya.
Kendati demikian, hingga saat ini belum jelas berapa besar jumlah nan bakal diterima para artis, gimana pembagian para artis, perusahaan, serta kapan pembayaran dilakukan.
Namun, Universal Music Group mengatakan bahwa porsi untuk artis bakal konsisten dengan pendekatan terhadap kompensasi artis. Hal ini berfaedah pembagian hasil jual saham ditentukan berasas royalti artis dan porsi mereka dalam pendapatan streaming.
Hal ini bukan kali pertama Taylor Swift mengambil sikap tegas sejak era streaming. Pada 2015, Swift pernah menulis surat terbuka kepada Apple melalui Tumblr untuk mendesak jasa Apple Music agar tetap bayar artis selama masa uji coba gratis.
Tak lama kemudian, pelaksana Apple, Eddy Cue, mengonfirmasi kepada Billboard bahwa surat tersebut membikin Apple mengubah kebijakannya.
Sementara itu, Taylor Swift juga sempat menarik seluruh musiknya dari Spotify sebagai corak protes terhadap rendahnya pembayaran dibandingkan penjualan album, sebelum akhirnya kembali tersedia pada 2017.
(van/end)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·