slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Bgn Bantah Balita Di Cianjur Meninggal Akibat Keracunan Mbg

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang membantah rumor nan menyebut balita berinisial MAB (2) di Cianjur meninggal bumi akibat keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Tidak betul meninggalnya bayi usia 2 tahun di Cianjur lantaran Program MBG," kata Nanik mengutip keterangannya, Minggu (26/4).

Nanik menjelaskan makanan MBG diberikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukasirna 02 Leles ke penerima faedah pada (14/4) dan langsung dikonsumsi pada hari nan sama. Menu nan disajikan saat itu meliputi mi kecap, telur dadar, susu, dan buah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada malam harinya serta keesokan pagi, orangtua anak memberikan tambahan makanan berupa apel dan susu formula nan dibeli secara berdikari di luar program MBG. Gejala pun muncul dua hari setelahnya, ialah pada Kamis (16/4) saat anak itu mulai muntah-muntah.

Ia menyebut dari total 2.174 penerima faedah nan menerima MBG pada 14 April, tidak ada satu pun nan mengalami gangguan pencernaan.

"Hal ini menjadi parameter bahwa makanan nan disalurkan dalam kondisi kondusif dan layak konsumsi," ujarnya.

Nanik menambahkan mendiang terakhir kali mengonsumsi MBG juga pada Selasa (14/4). Sementara itu, pada Rabu (15/4) anak itu tidak mengonsumsi MBG lantaran menolak makan. Gejala kemudian muncul pada Kamis (16/4) sekitar pukul 06.00 pagi, berupa muntah dan diare.

Terpisah, ayah mendiang, Sahjanudin (41), menyebut anaknya meninggal bumi tak berangkaian dengan Program MBG.

"Saya orang tua dari Abdul Bais menyatakan kematian anak saya ini murni lantaran sakit. Enggak ada hubungannya dengan dapur MBG SPPG Sukasirna 02 Leles," ucapnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat tetap menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab meninggalnya MAB.

Kepala Dinkes Cianjur Made Setiawan mengatakan dia tetap belum bisa memastikan apakah pasien itu meninggal akibat keracunan nan disebabkan mengonsumsi MBG alias tidak.

Ia menyebut hingga sekarang tetap menunggu hasil laboratorium mengenai penyebab meninggalnya MAB dan keracunan 63 orang balita dan ibu lainnya.

"Kami tetap menunggu hasil uji laboratorium guna memastikan apakah pemicu keracunan dari makanan alias aspek lain. Kami segera umumkan setelah hasilnya keluar sekitar satu pekan ke depan," kata Made seperti dikutip Antara, Minggu (26/4).

Ia menjelaskan pasca kejadian pihaknya juga memastikan puluhan korban keracunan sudah mendapatkan penanganan medis dan tetap mendapat pengawasan ketika sudah diperbolehkan pulang.

(mnf/gil)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru