CNN Indonesia
Senin, 27 Apr 2026 18:30 WIB
Ilustrasi. Sebaiknya jangan langsung mandi saat tubuh berkeringat. (iStockphoto/happyphoton)
Jakarta, CNN Indonesia --
Setelah olahraga, melangkah di bawah terik matahari, alias seharian berkeringat, mandi sering kali jadi perihal pertama nan terbayang. Keinginan untuk segera membilas tubuh, keramas, lampau merasakan sensasi segar setelah kulit lengket oleh keringat memang susah ditahan.
Namun, tak sedikit orang tetap ragu. Sebenarnya, bolehkah langsung mandi setelah tubuh berkeringat, alias sebaiknya menunggu dulu?
Mengutip Cleveland Clinic, mandi setelah berkeringat justru krusial untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kulit. Kebiasaan ini membantu mengurangi aroma badan, membersihkan keringat, minyak, dan kotoran, sekaligus menurunkan akibat jangkitan kulit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penumpukan keringat, minyak, dan kuman setelah beraktivitas juga bisa memicu jerawat jika tidak segera dibersihkan.
Jangan langsung mandi saat tubuh tetap 'panas'
Meski diperbolehkan, waktu mandi tetap perlu diperhatikan. Jika baru selesai olahraga berat dan tubuh tetap terasa sangat panas, napas terengah, alias jantung berdebar cepat, sebaiknya jangan langsung mandi.
Menurut Mayo Clinic, tubuh perlu melalui fase cool-down terlebih dahulu, misalnya dengan melangkah santuy selama 5-10 menit. Tujuannya agar degub jantung dan tekanan darah kembali normal secara bertahap.
Tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi setelah aktivitas intens. Mandi terlalu sigap saat kondisi belum stabil bisa membikin tubuh terasa tidak nyaman, apalagi pada sebagian orang memicu pusing.
Pilih suhu air nan tepat
Banyak orang menganggap air dingin adalah pilihan terbaik setelah berkeringat. Padahal, air suam-suam kuku alias sedikit sejuk justru lebih dianjurkan.
Air nan terlalu panas dapat mengiritasi kulit, memperparah kulit kering, dan pada beberapa orang memicu kondisi seperti cholinergic urticaria alias biduran akibat panas.
American College of Sports Medicine menjelaskan, saat tubuh berkeringat, sistem pendinginan alami sedang bekerja. Karena itu, mandi dengan suhu air nan tidak terlalu panas membantu tubuh menurunkan suhu secara lebih alami.
Sementara itu, air dingin memang mempunyai faedah tertentu, seperti membantu pemulihan setelah olahraga berat. Namun, pengaruh ini tidak selalu konsisten dan lebih relevan bagi atlet, bukan kebutuhan harian.
Jangan ditunda terlalu lama
Di sisi lain, mandi juga tidak disarankan untuk ditunda terlalu lama setelah berkeringat, terutama bagi pemilik kulit sensitif alias nan mudah berjerawat.
Kondisi nan dikenal sebagai sweat pimples bisa muncul akibat kombinasi keringat, bakteri, pori-pori tersumbat, dan gesekan. Mandi menjadi langkah sederhana untuk mencegah masalah kulit ini.
Ada beberapa kondisi nan mengharuskan seseorang lebih berhati-hati sebelum mandi, seperti:
• merasa pusing alias nyaris pingsan,
• mual alias kebingungan,
• jantung berdebar sangat cepat,
• alias tubuh terasa sangat panas.
Dalam situasi tersebut, tubuh perlu didinginkan dan diistirahatkan terlebih dahulu. ACSM juga mengingatkan, kondisi seperti hipertermia bisa rawan jika tidak ditangani dengan tepat.
Selain itu, bagi nan mempunyai kulit sensitif, eksim, alias mengalami keringat berlebih (hiperhidrosis), pemilihan suhu air dan produk sabun juga perlu diperhatikan agar tidak memperburuk kondisi kulit.
(anm/tis)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·