CNN Indonesia
Selasa, 21 Apr 2026 18:30 WIB
Ilustrasi. Penggunaan sunscreen dan lipbalm apa dibolehkan saat ihram. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ihram bukan sekadar mengenakan dua helai kain putih bagi laki-laki alias busana sederhana bagi perempuan. Lebih dari itu, ihram adalah fase sakral dalam ibadah haji dan umrah nan menekankan kesederhanaan, kesucian, serta kesetaraan di hadapan Allah SWT.
Dalam kondisi ini, jemaah dihadapkan pada sejumlah larangan, seperti memakai wewangian, mengenakan busana berjahit (bagi laki-laki), hingga tindakan berdandan berlebihan.
Namun, seiring berkembangnya kebutuhan modern, terutama mengenai kesehatan kulit muncul pertanyaan: bolehkah menggunakan sunscreen dan lip balm saat ihram?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memahami kegunaan skincare saat ihram
Sunscreen dan lip balm pada dasarnya termasuk dalam kategori skin care alias perawatan kulit. Fungsinya bukan untuk mempercantik diri, melainkan menjaga kesehatan kulit dari paparan sinar mentari dan kondisi lingkungan ekstrem.
Selama ibadah haji alias umrah, jemaah bakal menghadapi cuaca panas, udara kering, dan paparan sinar mentari intens. Kondisi ini bisa menyebabkan kulit terbakar, pecah-pecah, hingga dehidrasi.
Dalam konteks ini, penggunaan produk perawatan kulit menjadi kebutuhan, bukan sekadar style hidup.
Hukum penggunaan sunscreen dan lip balm saat ihram
Melansir NU Online, dalam kajian fikih, tidak ada larangan definitif mengenai penggunaan skin care, nan secara tegas dilarang adalah penggunaan wewangian (parfum) selama ihram.
Ulama besar seperti Syekh Wahbah az-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu menjelaskan bahwa orang nan sedang ihram diperbolehkan menggunakan sabun alias krim untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kulit.
Dari sini, dapat ditarik konklusi bahwa penggunaan sunscreen dan lip balm pada dasarnya diperbolehkan, dengan beberapa catatan penting:
1. Tidak mengandung wewangian
Jika sunscreen alias lip balm mengandung minyak wangi alias aroma wangi nan jelas, maka penggunaannya menjadi tidak diperbolehkan. Hal ini lantaran termasuk dalam larangan memakai wewangian saat ihram.
2. Bukan untuk berdandan berlebihan
Penggunaan produk kudu murni untuk kebutuhan perawatan dan perlindungan kulit, bukan untuk tujuan mempercantik diri secara berlebihan (tazyiin).
3. Perhatikan kandungan minyak
Dalam sebagian pendapat ulama, khususnya ajaran Syafi'i, penggunaan minyak pada rambut alias janggut meski tanpa aroma dapat termasuk corak berdandan nan sebaiknya dihindari. Namun, penggunaan pada kulit (bukan rambut) untuk kebutuhan medis alias perlindungan umumnya lebih longgar.
Sunscreen dan lip balm, boleh dengan syarat
Sunscreen tanpa minyak wangi sangat dianjurkan untuk melindungi kulit dari akibat terbakar. Begitu juga lip balm tanpa aroma dapat membantu mencegah bibir kering dan pecah-pecah.
Keduanya termasuk corak ikhtiar menjaga kesehatan tubuh selama menjalankan ibadah, nan sejalan dengan prinsip Islam dalam menjaga diri (hifz an-nafs).
Ihram memang mengajarkan kesederhanaan, tetapi bukan berfaedah mengabaikan kesehatan. Islam memberikan kelonggaran selama tidak melanggar prinsip-prinsip utama nan telah ditetapkan.
Dengan memilih produk nan tepat tanpa wewangian dan tidak berlebihan penggunaan sunscreen dan lip balm saat ihram dapat menjadi solusi praktis untuk tetap nyaman beragama di tengah kondisi lingkungan nan menantang.
(tis/tis)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·