Jakarta, CNN Indonesia --
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memastikan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) alias Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) nan dihentikan sementara operasionalnya tidak bakal menerima insentif harian dari pemerintah.
Ketentuan itu bertindak bagi SPPG nan terkena status suspend akibat kelalaian mitra, mulai dari akomodasi dapur nan tidak layak, tidak memenuhi standar higiene dan sanitasi, hingga persoalan bahan baku dan tata kelola pengadaan.
"Selama statusnya suspend lantaran kelalaian alias tidak terpenuhinya standar, insentif tidak dibayarkan. Insentif hanya diberikan kepada SPPG nan beraksi normal dan memenuhi seluruh ketentuan," ujar Dadan dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (29/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insentif nan dimaksud merupakan support operasional nan selama ini diberikan kepada tiap SPPG aktif, nilainya mencapai Rp6 juta per hari sesuai kapabilitas jasa dapur.
Dadan menjelaskan penghentian insentif juga bertindak andaikan kejadian keamanan pangan dipicu bahan baku nan tidak segar alias kesalahan dari mitra penyedia bahan baku.
"Termasuk jika ada praktik tidak sehat seperti monopoli supplier atau mark-up nilai bahan baku, itu jelas tidak dapat insentif," katanya.
Menurut dia, pemerintah hanya membayarkan insentif kepada dapur MBG nan betul-betul menjalankan operasional normal dan mematuhi seluruh standar keamanan pangan.
Karena itu, ketika dapur dihentikan sementara akibat pelanggaran standar layanan, kewenangan pembayaran insentif otomatis ikut dihentikan selama masa suspend.
Ketentuan serupa juga bertindak bagi SPPG nan tidak beraksi lantaran argumen standby readiness belum terpenuhi, termasuk saat dapur menjalani pembaharuan besar alias perbaikan mayor sehingga tidak bisa melayani pengedaran makanan secara normal.
"Kalau SPPG tidak bisa beroperasi, baik lantaran perbaikan besar maupun persoalan kesiapan operasional, maka selama periode tersebut tidak ada insentif nan dibayarkan," ujar Dadan.
Penegasan ini disampaikan BGN untuk memperjelas sistem pembayaran insentif di lapangan setelah muncul sejumlah dapur MBG nan sempat dihentikan sementara lantaran pertimbangan akomodasi dan keamanan pangan.
Dengan skema tersebut, pembayaran insentif tidak berkarakter otomatis melekat pada dapur nan sudah terdaftar, melainkan berjuntai pada status operasional harian serta kepatuhan terhadap standar nan ditetapkan BGN.
[Gambas:Video CNN]
(del/sfr)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·