slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Bos Pam Jaya Ungkap Vendor Pipa Mulai Angkat Tangan Imbas Perang Iran

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengungkapkan sejumlah vendor penyedia material pipa mulai menyerah di tengah ketidakpastian dunia akibat bentrok internasional, termasuk perang Iran.

Kondisi ini dikhawatirkan berakibat pada pasokan bahan baku pipa nan tetap berjuntai pada impor.

"Saya khawatirkan sekarang justru di situasi kondisi ekonomi dunia saat ini, global war membuat saya kudu mencari penemuan baru, bahwasannya kita terganggu kelak sama material pipa. Saat ini beberapa vendor saya sudah menyatakan menyerah, jika sampai perang tidak selesai," ujar Arief dalam aktivitas Special Talkshow CNN Indonesia, Rabu (29/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan material pipa nan digunakan PAM Jaya sebagian besar tetap berjuntai pada bahan impor. Meski produksi dilakukan di dalam negeri, bahan bakunya tetap berasal dari luar.

Arief mengungkapkan jika sebagian besar material tetap impor, meskipun HDPE. Adapun untuk produksi dilakukan di dalam negeri. 

"Ini salah satu corak tantangan baru, dan saya kudu mau tidak mau door to door ke setiap pemilik material ini, untuk mendapatkan nilai nan tetap sesuai dengan nan kita anggarkan," jelas Arief lebih lanjut.

[Gambas:Youtube]

Adapun dari sisi pembiayaan, Arief menegaskan PAM Jaya tidak mengandalkan anggaran pemerintah wilayah maupun pusat. Ia menyebut skema pendanaan nan digunakan saat ini lebih mengarah pada kerja sama dengan pihak swasta.

"Saya enggak ada masalah dengan anggaran, walaupun ini bukan APBD alias APBN. Gubernur saya selalu mencoba mencari sumber pendanaan kreatif. Jadi public-private partnership, alias B2B, itu pendekatan nan paling memungkinkan nan kita lakukan saat ini," ujarnya.

Menurut dia, pendekatan tersebut dilakukan agar tidak membebani shopping pemerintah wilayah dalam pengembangan prasarana air.

Selain menghadapi hambatan pasokan material, PAM Jaya juga tengah mencari pengganti teknologi untuk meningkatkan efisiensi pembangunan jaringan pipa. Salah satunya melalui penjajakan teknologi dari Turki.

"Kemarin kita sempat juga ke Turki. Di Turki apalagi kita menemukan pipanya bisa masuk ke laut dengan tekanan, tanpa kudu kemudian menggali pipa di bawah laut. Jadi dia bisa kemudian tiba-tiba tenggelam dengan berat ketika airnya masuk," ujarnya.

Ia menjelaskan teknologi tersebut memungkinkan pemasangan pipa bawah laut tanpa mengganggu lampau lintas kapal.

"Itu tidak bakal mengganggu lampau lintas kapal, lampau lintas air. Ini salah satu nan sedang kami dalami, lantaran memang perlu ada beberapa attachment izin agar pipa dari Jakarta bisa sampai sana," katanya.

Arief menambahkan penggunaan teknologi tersebut berpotensi menekan biaya pembangunan secara signifikan.

"Ternyata itu bisa mengurangi biaya, jadi lebih efisien. Itu setengahnya dari produksi kita," tandasnya.

(del/ins)

Add as a preferred
source on Google

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru