slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Bulog Siapkan Opsi Pakai Kemasan Lama, Antisipasi Harga Plastik Naik

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Karawang, CNN Indonesia --

Perum Bulog menyiapkan opsi penggunaan bungkusan lama untuk pengedaran beras support pangan dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan nilai bahan baku plastik.

Direktur Pengadaan Bulog Prihasto Setyanto mengatakan kebijakan ini diambil di tengah dinamika nilai biji plastik nan sempat meningkat, meski sekarang mulai menunjukkan tren penurunan.

"Dengan dinamika nilai biji plastik nan sempat naik tinggi, sekarang sudah mulai agak turun. Tapi walaupun enggak serendah sebelum perang, trennya sudah agak turun. Kita tetap bisa berproses untuk mengakses tender untuk pengadaan kemasan," ujar Prihasto di Kawasan Pergudangan Genesis, Karawang, Kamis (23/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan Bulog tetap melanjutkan proses pengadaan bungkusan baru, baik untuk support pangan maupun SPHP. Targetnya, seluruh kebutuhan bungkusan dapat diselesaikan dalam waktu dekat.

"Insyaallah bungkusan ini di Mei ini kita bisa menyelesaikan semuanya untuk bungkusan nan dibutuhkan," katanya.

Sambil menunggu proses tersebut, Bulog memanfaatkan stok bungkusan lama nan tetap tersedia dalam jumlah besar, sesuai pengarahan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).

[Gambas:Youtube]

"Sesuai perintah dari Badan Pangan Nasional, kita boleh menggunakan bungkusan sisa-sisa nan lama. Sisa bungkusan nan lama itu tinggal kita labelin saja. nan krusial segera ini digunakan untuk pengedaran ke masyarakat," ujar Prihasto.

Ia menyebut stok bungkusan lama nan belum terpakai tetap mencapai jutaan lembar.

Prihasto juga menyoroti potensi kesalahpahaman di masyarakat akibat penggunaan bungkusan lama, terutama mengenai tanggal kedaluwarsa nan tertera pada kemasan.

"Di bungkusan lama itu kadang tertulis expired date tahun 2024. Jadi bukan berasnya nan expired, ini hanya kemasannya saja pakai bungkusan lama. Berasnya beras baru," katanya.

Untuk menghindari kebingungan, Bulog bakal menambahkan label alias stiker penjelas pada bungkusan sebelum didistribusikan. Ia menegaskan langkah ini diambil agar pengedaran beras tidak tersendat oleh keterbatasan kemasan. Kebijakan tersebut bertindak untuk seluruh program pengedaran Bulog.

"Yang krusial sekarang jangan sampai tersendat oleh kesiapan kemasan. Pakai saja bungkusan nan ada, sisa-sisa nan dulu-dulu," ujar Prihasto.

Bulog memastikan kualitas beras tetap terjaga lantaran nan digunakan adalah beras baru sementara bungkusan lama hanya menjadi solusi sementara di tengah kondisi pasokan bahan kemasan.

(del/ins)

Add as a preferred
source on Google

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru