Jakarta, CNN Indonesia --
Buruh harian lepas berinisial C (32), penduduk Desa Mukyasejati, Kecamatan Ciampel, Karawang, Jawa Barat meninggal bumi setelah lehernya diduga terjerat benang layangan pada Kamis (30/4).
Dari laporan nan diterima polisi, korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di atas sepeda motornya dengan luka serius pada bagian leher nan mengeluarkan banyak darah.
Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB di Jalan Dusun Kedung Waringin, Desa Kutapohaci.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban kemudian sempat dilarikan ke RSUD Karawang petugas dari Polsek Ciampel dan warga, namun setibanya di rumah sakit dinyatakan telah meninggal dunia," kata Kasi Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan dalam keterangannya, Sabtu (2/5).
Berdasarkan keterangan saksi Budianto (54) dan Ramadhan (49), sebelum ditemukan tidak sadarkan diri, korban sempat berteriak meminta pertolongan.
Dalam kondisi panik, berasas pengakuan saksi, korban diduga menyampaikan dirinya terkena jeratan benang.
Sementara itu, saksi Gugun Gunawan (36) nan pertama kali memandang korban dalam kondisi terdiam di atas sepeda motor. Saat didekati saksi memandang darah sudah mengalir dari bagian leher korban hingga membasahi pakaian.
Gugun kemudian meminta support penduduk sekitar untuk segera mengevakuasi korban ke akomodasi kesehatan terdekat.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke pihak berwajib. Menindaklanjuti laporan tersebut, abdi negara kepolisian dari Polsek Ciampel berbareng Pamapta Polres Karawang dan Tim Inafis Polres Karawang langsung mendatangi letak kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Langkah-langkah nan telah dilakukan meliputi pendatanganan TKP, koordinasi dengan Tim Inafis, pemeriksaan saksi-saksi, serta pembuatan laporan resmi kejadian. Kami tetap melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti dari peristiwa ini," tutur Wildan.
Lebih lanjut, kata Wildan, hingga saat ini dugaan sementara mengarah pada korban terjerat benang, namun kepolisian tetap membuka kemungkinan lain sembari menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Kendati demikian, Wildan menyebut pihak family korban menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
"Kami menghormati keputusan family korban nan menolak autopsi. Namun demikian, kami tetap mengumpulkan info dan keterangan nan ada guna memastikan tidak adanya unsur lain dalam kejadian ini," ujarnya.
Lebih lanjut, atas kejadian ini kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, khususnya di wilayah terbuka nan rawan aktivitas layangan. Sebab, benang layangan, terutama nan menggunakan bahan tertentu, berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
(dis/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·