slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Ceo Honda Kaget Lihat Pabrik Otomotif China: Kami Tak Punya Peluang

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

CEO Honda Toshihiro Mibe melontarkan pernyataan kontroversial usai mengunjungi pabrik pemasok otomotif di Shanghai pada Februari lalu. Ia mengaku tak punya kesempatan bersaing dengan produsen China mengenai kendaraan listrik.

Mibe mengunjungi China untuk memahami gimana perusahaan domestik setempat bisa menghasilkan begitu banyak produk dalam waktu singkat. Setelah mengunjungi pabrik pemasok otomotif di Shanghai, dia lantas membikin pernyataan secara tegas.

"Kami tidak punya kesempatan melawan ini," kata Mibe mengutip Nikkei Asia, Senin (27/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan ini muncul setelah perusahaan mengalami masa susah dalam beberapa waktu terakhir. Merek Jepang ini baru saja membatalkan dua proyek mobil listrik ialah 0 SUV dan 0 Sedan, serta kebangkitan Acura RSX. Honda juga bakal mencatat kerugian hingga US$15,8 miliar, dan itu belum semua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua mobil listrik bermerek Afeela nan dikembangkan berbareng Sony juga dipastikan batal sebelum diluncurkan.

Tak hanya itu Honda juga telah mengungkap bakal menghentikan penjualan mobil baru di Korea Selatan akhir 2026.

Menurut laporan Motor 1, seperti banyak merek lainnya, Honda susah tetap kompetitif di China. Penjualan mereka ambruk dalam beberapa tahun terakhir, dari puncak 1,62 juta unit pada 2020 menjadi hanya 640 ribu unit pada 2025. Pada 2026, produksi tahunan diproyeksikan turun di bawah 600 ribu unit.

China sangat sigap kembangkan mobil

Produsen di China dikenal atas kecepatan mereka mengembangkan model baru, bisa dalam dua tahun alias kurang. Sedangkan merek lama, butuh waktu dua kali lebih lama, apalagi lebih, untuk merancang produk baru.

Selain itu pemasok komponen di China tidak hanya bisa mengikuti kecepatan ini, tetapi juga melakukannya dengan efisiensi biaya nan susah ditandingi pemain besar industri.

Meski demikian, pernyataan Mibe tidak berfaedah menyerah. Sepulang dari China, dia mengatakan kepada para pemasok Honda "harus bergerak cepat" untuk mempercepat pengembangan.

Untuk itu, Honda kembali memperkuat bagian riset dan pengembangannya nan independen dengan memindahkan ribuan insinyur ke anak perusahaan teknik nan baru dibentuk.

Pabrikan lain khawatir

Pimpinan Honda bukan satu-satunya nan membunyikan sirine di rantai pasok otomotif. Dalam wawancara Oktober 2025 dengan CBS Sunday Morning, CEO Ford Jim Farley juga menyampaikan kekhawatirannya secara lugas.

"Mereka punya kapabilitas produksi di China dengan pabrik nan ada saat ini untuk melayani seluruh pasar Amerika Utara, dan bisa membikin kami semua bangkrut," kata Farley.

Senada, mantan CEO Toyota Koji Sato dalam pertemuan dengan perwakilan dari 484 perusahaan pemasok mengatakan jika tidak ada perubahan, keberlangsungan perusahaan bisa terancam.

"Jika tidak ada perubahan, kita tidak bakal bertahan. Saya mau semua pihak menyadari rasa krisis ini," ucap Sato.

Saat Toyota, sebagai produsen mobil terbesar di bumi selama enam tahun berturut-turut mengeluarkan pernyataan seperti itu, besarnya tantangan dari negeri gorden bambu bisa jadi nyata adanya.

(ryh/fea)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru