CNN Indonesia
Jumat, 17 Apr 2026 14:30 WIB
Pasangan artis Shenina Cinnamon dan Angga Yunanda tengah menanti kehadiran anak pertama. Di tengah suasana gembira, Shenina mengabarkan bahwa dirinya sempat bolak-balik rumah sakit lantaran hyperemesis gravidarum. (Instagram/@sheninacinnamon)
Jakarta, CNN Indonesia --
Di tengah kegembiraan menanti sang buah hati, aktris Shenina Cinnamon kudu bolak-balik rumah sakit. Dia menderita hyperemesis gravidarum yang membuatnya beberapa kali opname. Apa itu?
Hyperemesis gravidarum membikin Shenina beberapa kali ke rumah sakit, apalagi kudu diopname.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah beberapa bulan gallery saya isinya foto mual, muntah, dan keluar masuk RS sampai diopname beberapa kali lantaran hyperemesis gravidarum," kata Shenina seperti dikutip dari detikHealth.
Masuk usia kehamilan di trimester 3, kondisinya semakin membaik. Meski kadang tetap mual dan muntah, tapi Shenina mengaku sudah mulai bisa melangkah dan makan dengan nyaman.
Apa itu hyperemesis gravidarum?
Hyperemesis gravidarum (HG) merupakan kondisi mual dan muntah ekstrem dan terus-menerus selama kehamilan. Kondisi ini bisa membikin ibu mengandung turun berat badan dan dehidrasi.
HG kerap disangka mual dan muntah biasa (morning sickness) nan umum dialami ibu mengandung di usia kehamilan awal. Padahal HG dan morning sickness berbeda meski sama-sama ditandai mual dan muntah.
Melansir dari Cleveland Clinic, berikut perbedaan morning sickness dan HG.
Durasi dan frekuensi
Frekuensi mual dan muntah HG jauh lebih sering daripada morning sickness. Kemudian mual dan muntah bisa berjalan lebih lama pada HG daripada morning sickness.
Morning sickness biasanya mereda alias lenyap sepenuhnya setelah melewati trimester pertama.
Konsumsi makanan
Ibu mengandung nan mengalami morning sickness tetap bisa makan dan minum. Namun pada HG, ibu kesulitan mendapat asupan nutrisi dan cairan. Akibatnya, ibu mengandung dengan HG mengalami penurunan berat badan drastis dan dehidrasi.
Tindak lanjut
Berbeda dengan morning sickness, HG perlu ditindaklanjuti dengan perawatan medis. Ibu nan dehidrasi perlu cairan infus.
Gejala hyperemesis gravidarum
Ilustrasi. Hyperemesis gravidarum ditandai dengan mual parah dan muntah beberapa kali dalam sehari. (Getty Images/iStockphoto/geargodz)
HG biasanya terjadi di trimester pertama kehamilan. Gejala bisa berjalan selama beberapa minggu, bulan, apalagi sampai persalinan.
Selain mual parah dan muntah lebih dari tiga kali sehari, berikut beberapa indikasi HG.
- Kehilangan lebih dari 5 persen berat badan
- Tidak bisa menahan makanan alias cairan
- Dehidrasi
- Pusing alias kepala terasa ringan
- Buang air mini lebih sedikit dari biasanya
- Kelelahan ekstrem
- Pingsan
- Sakit kepala
Penyebab hyperemesis gravidarum
Hingga sekarang belum ditemukan penyebab pasti HG. Namun beberapa mahir menyebut HG berangkaian dengan kenaikan kadar hormon khususnya HCG (human chorionic gonadotropin). Tubuh banyak memproduksi HCG selama kehamilan.
Produksi HCG mencapai puncaknya di usia 10 minggu kehamilan. Di usia ini pula, banyak ibu mengeluhkan indikasi nan parah.
HG perlu segera ditangani karena membahayakan kondisi ibu dan janin. HG bisa mengarah pada komplikasi sehingga memicu kelahiran prematur alias bayi lahir dengan berat badan rendah.
(els)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·