CNN Indonesia
Rabu, 08 Apr 2026 15:00 WIB
Festival musik Wireless resmi dibatalkan tahun ini imbas Kanye West dilarang masuk Inggris oleh pemerintah. (AFP/Jewel Samad)
Jakarta, CNN Indonesia --
Festival musik Wireless resmi dibatalkan tahun ini. Keputusan tersebut diambil setelah penampil utamanya, Kanye West, dilarang masuk ke wilayah Inggris oleh pemerintah.
Larangan masuk ini merupakan buntut dari rentetan ujaran kebencian bersuara antisemitisme nan dilontarkan sang musisi dalam beberapa tahun terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataan resmi, seperti diberitakan Variety pada Selasa (7/4), penyelenggara mengonfirmasi Kementerian Dalam Negeri Inggris telah membatalkan arsip perjalanan elektronik milik Kanye West alias sekarang nan dikenal Ye.
"Kementerian Dalam Negeri telah mencabut ETA (Electronic Travel Authorisation) milik Ye, sehingga dia tidak diizinkan masuk ke Inggris," tulis penyelenggara.
"Akibatnya, Festival Wireless dibatalkan dan pengembalian biaya bakal diberikan kepada semua pemegang tiket."
[Gambas:Video CNN]
Pihak penyelenggara juga secara tegas mengecam segala corak diskriminasi dalam pernyataan tersebut.
"Antisemitisme dalam segala bentuknya adalah sesuatu nan menjijikkan, dan kami menyadari akibat nyata serta individual dari rumor ini," tutur mereka.
"Seperti nan Ye sampaikan hari ini, dia mengakui bahwa kata-kata saja tidak cukup, dan meskipun demikian dia tetap berambisi diberi kesempatan untuk memulai perbincangan dengan organisasi Yahudi di Inggris."
Pihak Wireless klaim telah melakukan konsultasi dengan beragam pihak sebelum mengumumkan keterlibatan Ye.
Menurut mereka, pada saat proses perjanjian dilakukan, tidak ada pihak nan menyampaikan keberatan alias peringatan mengenai potensi masalah nan bakal timbul.
Namun, pengumuman Ye sebagai penampil utama segera memicu gelombang protes. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer apalagi secara terbuka menyuarakan ketidaksetujuannya hanya beberapa hari setelah pengumuman awal.
Tekanan publik semakin memuncak menyusul kritik tajam atas dua konser Ye di Los Angeles pekan lalu.
Meski Ye sempat mengupayakan permohonan maaf melalui iklan satu laman penuh di The Wall Street Journal pada Januari lampau dan menawarkan perbincangan dengan pemimpin Yahudi di Inggris, upaya tersebut kandas mengubah keputusan pemerintah.
Rekam jejak kontroversi Ye meningkat signifikan sejak Grammy Awards 2025. Selain kehadiran kontroversial berbareng istrinya, Bianca Censori, Ye diketahui melakukan serangkaian tindakan provokatif di media sosial, termasuk pengakuan terang-terangan memuji Adolf Hitler dan Nazi.
Baru-baru ini, dia apalagi memicu kecaman internasional setelah menjual kaus oblong putih dengan logo swastika (simbol Nazi).
Sebelum pembatalan, Melvin Benn selaku Direktur Pelaksana Festival Republic, sempat memihak Ye dengan argumen kesehatan mental.
"Saya telah menyaksikan banyak perilaku tercela nan kudu saya maafkan dan saya lanjutkan," tulis Melvin Benn.
"Jika sebelumnya belum, sekarang saya telah menjadi seseorang nan mengedepankan pemaafan dan angan dalam semua aspek kehidupan saya, termasuk pekerjaan."
Festival Wireless sendiri merupakan salah satu arena musik hip-hop, grime, dan R&B terkemuka di Inggris nan telah rutin diadakan sejak 2005.
Dengan pembatalan ini, Live Nation selaku promotor sekarang kudu memproses pengembalian biaya besar-besaran kepada para calon penonton.
(gis/chri)
Add
as a preferred source on Google
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·