Jakarta, CNN Indonesia --
FIFA resmi mengubah patokan kartu kuning demi menjaga lebih banyak pemain tetap tampil di laga-laga krusial pada Piala Dunia 2026.
Dalam rapat majelis nan digelar Selasa (28/4) lalu, FIFA menyetujui tambahan amnesti kartu kuning.
Artinya, catatan kartu kuning pemain bakal dihapus dua kali sepanjang turnamen. Ini perubahan krusial dibanding patokan sebelumnya nan hanya memberi penghapusan sekali ialah hanya di perempat final.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perubahan ini dibuat sebagai penyesuaian terhadap format baru Piala Dunia nan sekarang diikuti 48 tim dan mempunyai babak gugur tambahan.
Dengan jumlah pertandingan nan lebih banyak, akibat pemain tidakhadir akibat akumulasi kartu tentu semakin besar dan itu nan coba diminimalkan FIFA.
Dalam patokan baru, kartu kuning tunggal nan didapat pemain bakal dihapus setelah fase grup selesai.
Jadi, pemain nan sebelumnya mengantongi satu kartu kuning bisa memulai babak gugur dengan 'bersih'.
Tak berakhir di situ, amnesti kedua bakal diberikan setelah babak perempat final. Ini berfaedah pemain nan hanya mengoleksi satu kartu kuning selama fase gugur tetap bisa tampil di semifinal tanpa bayang-bayang skorsing.
Pada patokan lama, pemain bakal tidakhadir satu pertandingan jika mendapat dua kartu kuning di laga berbeda. Kemudian amnesti alias penghapusan kartu sebelumnya hanya bertindak setelah perempat final, sehingga FIFA sekarang memperluas perlindungan tersebut agar lebih banyak pemain bisa tampil hingga partai puncak.
Langkah ini diharapkan membikin pertandingan-pertandingan besar, termasuk final, tetap menampilkan para pemain terbaik tanpa terganjal akumulasi kartu.
Piala Dunia 2026 sendiri bakal berjalan pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 dalam tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Dengan patokan baru ini, fans bisa berambisi memandang skuad terbaik berkompetisi hingga akhir.
[Gambas:Video CNN]
(rhr/rhr/nva)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·