slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Goldman Sachs Bakal Rilis Etf Bitcoin Perdana Pada Akhir Juni

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Goldman Sachs melalui bagian manajemen asetnya berencana meluncurkan exchange-traded fund (ETF) Bitcoin pertama mereka.

Berdasarkan laporan Reuters, rencana tersebut terungkap dalam arsip pengajuan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (Securities and Exchange Commission/SEC) nan diajukan pada Selasa (14/4).

Goldman Sachs memperkenalkan ETF yang dirancang untuk memberikan eksposur terhadap nilai Bitcoin, sekaligus menghasilkan pendapatan dari transaksi opsi Bitcoin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rencana peluncuran ETF Bitcoin itu muncul hanya beberapa hari setelah pesaingnya, Morgan Stanley, memperkenalkan biaya spot bitcoin miliknya, Morgan Stanley Bitcoin Trust ETF.

Dokumen pengajuan Goldman Sachs tidak mengungkapkan biaya nan diusulkan untuk ETF tersebut. Namun, produk ini diperkirakan bakal diluncurkan pada akhir Juni.

ETF baru ini merupakan nan pertama diajukan oleh Goldman Sachs sejak menyelesaikan akuisisi senilai US$2 miliar terhadap penyedia ETF, Innovator Capital Management, pada awal bulan ini.

[Gambas:Youtube]

Innovator dikenal sebagai pelopor pengembangan ETF berbasis opsi untuk menentukan hasil alias menghasilkan pendapatan, serta meluncurkan buffer ETF pertama di Amerika Serikat pada 2018.

Peluncuran ETF, baik oleh Goldman Sachs maupun Morgan Stanley, terjadi ketika pasar mata uang digital mengalami tekanan dalam beberapa bulan terakhir. Pelemahan nilai mata uang digital dipicu oleh sentimen akibat nan menurun, volatilitas logam mulia, tindakan jual saham teknologi, serta bentrok Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

"Penambahan pendapatan dari opsi ke dalam produk ini bisa menarik, tetapi bakal susah dipasarkan mengingat volatilitasnya dan kebenaran bahwa produk ini tetap membikin penanammodal terpapar akibat penurunan," ujar analis ETF dari Morningstar, Bryan Armour.

Harga bitcoin, mata duit mata uang digital terbesar di dunia, telah turun nyaris 15 persen sepanjang tahun ini menjadi US$74.591. Nilai tersebut sekitar 40 persen di bawah rekor tertinggi sepanjang masa di US$126.223 nan tercapai pada Oktober.

Di sisi lain, aset kelolaan ETF mata uang digital tetap bertambah, meski pertumbuhannya lebih lambat dan tidak stabil. Data ETF.com menunjukkan Grayscale Bitcoin Covered Call ETF dan Global X Bitcoin Covered Call ETF mencatat arus keluar dalam tiga bulan terakhir.

(dhz/pta)

Add as a preferred
source on Google

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru