Jakarta, CNN Indonesia --
Harga sejumlah komoditas pangan terpantau tetap belum turun usai Hari Raya Idulfitri. Harga cabai, bawang hingga daging ayam tetap naik setelah Lebaran.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional menunjukkan nilai pangan, seperti daging ayam ras, cabe rawit hijau, bawang merah, dan bawang putih tetap naik.
Berdasarkan pantauan hari ini (27/3) pukul 12.45 WIB, nilai cabe rawit hijau naik hingga tembus Rp59.150 per kilogram (kg), sedangkan komoditas cabe lain telah turun, seperti cabe merah besar Rp51.250 per kg, cabe merah keriting Rp49.300 per kg, dan cabe rawit merah Rp83.600 per kg.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, nilai daging ayam ras naik menjadi Rp43.600 per kg, sementara daging sapi turun menjadi Rp148.550 per kg. Harga bawang merah tetap naik menjadi Rp46.000 per kg dan bawang putih Rp40.300 per kg. Sementara itu, nilai telur ayam tercatat telah turun menjadi Rp33.450 per kg.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan, nilai beberapa komoditas pangan tetap dijual dengan nilai nan sama saat menjelang Lebaran.
Seorang pedagang daging sapi, Gufron menyampaikan dirinya tetap menjual daging sapi dengan nilai Rp180 ribu per kg.
"Daging tetap naik mas dari sebelum Lebaran, Rp180 (ribu) per kilo, dari sananya (supplier) juga tetap sedikit stoknya," ujar Gufron saat ditemui langsung, Jumat (27/3).
Selain daging sapi, nilai daging ayam juga tetap dipatok tinggi, ialah Rp55 ribu per ekor.
"Ini seekor (daging ayam) tetap Rp55 (Rp55 ribu) mas," ujar seorang pedagang daging ayam, Tutiana.
Lebih lanjut, seorang pedagang beberapa sayur dan bahan pokok berjulukan Danang menjual cabe merah keriting di nilai Rp80 ribu per kg, cabe rawit merah Rp140 ribu per kg, cabe merah besar Rp60 ribu per kg, dan cabe rawit hijau Rp60 ribu per kg.
Ia juga menjual bawang putih di nilai Rp50 ribu per kg dan bawang merah Rp70 ribu kg.
"Ini nilai tetap pada naik mas dari sebelum Lebaran, kelak hari Senin itu orang-orang udah mulai full aktivitas normal banyak nan shopping bisa jadi naik lagi. Soalnya kan permintaan naik, nilai pasti naik juga," terang Danang saat ditanyai langsung.
Untuk telur ayam, seorang pedagang telur-teluran berjulukan Iki menyebut harganya turun setelah Lebaran. Kini dia menjual telur ayam dengan nilai Rp33 ribu per kg, sebelumnya di nilai Rp34 ribu per kg.
"Telur ayam sekarang udah turun seribu (Rp1.000) per kg, kemarin pas lebaran di nilai Rp34 ribu," ungkap Iki.
Sementara itu, beberapa nilai komoditas pangan di Pasar Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, juga tetap dijual dengan nilai lebih mahal dibandingkan dengan periode biasanya.
Pedagang daging sapi bernama Aat mengungkapkan stok daging sapi tetap sedikit sehingga tetap dijual dengan nilai Rp150 ribu per kg.
"Tadi pagi subuh saya ke Pasar Palmerah, katanya biasanya nan motong ada 4 penjagal, sekarang tetap 1 penjagal aja. Ini saya ya hanya jual satu gelondongan daging sapi aja makanya," ungkap Aat.
Daging ayam juga tetap dipatok nilai tinggi di pasar ini. Seorang pedagang daging ayam berjulukan Abdul sekarang menjualnya dengan nilai Rp55 ribu per ekor.
"Seekor Rp55 ribu sekarang mas, tetap nilai Lebaran lah," ujar Abdul.
Selain itu, nilai cabai-cabaian dan telur ayam juga tetap dipatok mahal. Tanti, seorang pedagang bahan pokok di pasar tersebut mengungkapkan tetap banyak komoditas nan dijual lebih mahal dibandingkan hari biasanya.
Saat ini, dia menjual cabe merah keriting Rp45 ribu per kg, cabe rawit merah Rp90 ribu per kg, cabe rawit hijau Rp40 ribu per kg, cabe merah besar Rp55 ribu per kg, bawang merah Rp65 ribu per kg, bawang putih Rp45 ribu per kg, dan telur ayam Rp34 ribu per kg.
"Masih pada mahal mas kebanyakan, ya wajar emang musim Lebaran gini pada naik dari sananya (supplier)," terang Tanti ketika ditemui langsung.
[Gambas:Video CNN]
(fln/pta)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·