slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Hukum Sholat Sunnah Saat Khatib Sedang Khutbah

Sedang Trending 6 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Sholat merupakan ibadah utama dalam Islam nan mempunyai patokan dan etika tertentu. Selain sholat fardhu, terdapat sholat sunnah nan sangat bisa dikerjakan, salah satunya adalah sholat tahiyatul masjid.

Sholat ini dilakukan dua rakaat ketika memasuki masjid sebelum duduk, sebagai corak penghormatan kepada masjid dan pengagungan kepada Allah SWT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesunnahan sholat tahiyatul masjid telah disepakati oleh kebanyakan ustadz (ijma'), dan meninggalkannya dianggap makruh selain ada uzur. Dasar norma kesunnahan ini terdapat pada sabda riwayat Abu Qatadah, Rasulullah saw. bersabda:

إذا دخل أحدكم المسجد فليصل ركعتين قبل أن يجلس

Artinya: "Apabila kalian masuk masjid hendaklah shalat dua raka'at sebelum duduk" (HR: Ibnu Majah)

Hadis ini secara tegas menunjukkan rekomendasi menunaikan sholat tahiyatul masjid. Namun, gimana jika Anda terlambat datang pada sholat Jumat dan khatib telah naik mimbar.

Dalam kondisi demikian, jamaah seringkali menghadapi dilema antara menunaikan sholat sunnah alias langsung duduk untuk menyimak khutbah.

Bolehkah sholat sunnah saat khatib sedang khutbah?

Secara umum, para ustadz sepakat bahwa sholat sunnah tidak dianjurkan dilakukan saat khatib sedang khutbah. Alasan utama adalah konsentrasi dan etika terhadap khutbah nan tengah disampaikan.

Pasalnya, khutbah Jumat mempunyai kedudukan ibadah sendiri dan wajib didengarkan oleh jamaah. Melakukan sholat sunnah pada saat itu dianggap mengurangi konsentrasi terhadap khutbah dan menyalahi sunnah mendengar khutbah.

Namun, dalam situasi genting ketika Anda datang terlambat ke masjid, sebaiknya dahulukan sholat sunnah terlebih dahulu.

Ini sejalan dengan apa nan diajarkan oleh Rasulullah saw. Dikisahkan bahwa seorang sahabat pernah datang terlambat ke masjid ketika khutbah Jumat tengah berlangsung.

Karena mau segera mendengarkan khutbah, dia langsung duduk tanpa melaksanakan tahiyatul masjid. Rasulullah saw. kemudian menegurnya dan bersabda:

صل ركعتين خفيفتين قبل أن تجلس

Artinya: "Sholatlah Anda dua rakaat dengan singkat sebelum engkau duduk" (HR. Ibn Hibban).

Dari peristiwa ini terlihat bahwa sholat tahiyatul masjid tetap dianjurkan meskipun khutbah sudah dimulai. Akan tetapi, Rasulullah memberi pengarahan agar pelaksanaannya dilakukan secara ringkas sehingga jamaah tidak terlalu lama meninggalkan perhatian dari khutbah.

Berikut sabda nan menjelaskannya:

واما إذا دخل والإمام يخطب يوم الجمعة أو غيره فلا يجلس حتى يصلي التحية ويخففها

Artinya: "Apabila seorang masuk masjid dan khatib sedang khutbah jum'at, hendaklah dia shalat tahiyatul masjid terlebih dulu dan mempercepatnya" (HR. Imam al-Nawawi).

Namun, perlu dicatat adanya pengecualian. Jika kondisi sudah memasuki penyelenggaraan sholat berjamaah, misalnya pemimpin telah bertakbiratul ihram alias muadzin sudah mengumandangkan iqamah, maka pada saat itu sholat sunnah tidak dianjurkan.

Dalam keadaan pemimpin telah bersiap melaksanakan sholat Jumat, jamaah wajib segera mengikuti sholat berjamaah agar tidak tertinggal. Pada saat ini, tidak ada lagi ruang untuk sholat sunnah lantaran tanggungjawab berjamaah lebih diutamakan daripada kesunnahan.

Hal ini sejalan dengan prinsip fiqh nan mendahulukan perkara wajib dibandingkan sunnah.

Demikian penjelasan komplit mengenai norma sholat sunnah saat khatib sedang khutbah. Semoga berfaedah untukmu.

(han/fef)

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru