slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Ini 6 Adab Saat Mendengar Adzan Berkumandang Yang Perlu Diperhatikan

Sedang Trending 7 bulan yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Adzan adalah panggilan suci nan menandakan waktu sholat telah tiba. Sebagai umat Islam, memahami etika saat mendengar adzan bukan hanya corak penghormatan, tetapi juga bentuk ketaatan kepada Allah Swt.

Mendengarkan adzan dengan penuh perhatian membawa kita pada kesadaran bakal tanggungjawab beribadah. Panggilan ini mengingatkan kita untuk sejenak menghentikan aktivitas dan memusatkan hati pada Sang Pencipta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan mengenai etika ketika mendengar adzan dilansir dari Buku Pintar 50 Adab Islam karya Arfiani dan beragam sumber lainnya.

1. Menghentikan aktivitas dan mengikuti referensi adzan

Jika mendengarkan adzan disunnahkan untuk diam, khusyuk, dan mengikuti referensi adzan dengan menirukannya tepat setelah muadzin, seperti sabda Rasulullah berikut:

"Jika kalian mendengar adzan, ucapkanlah sebagaimana nan diucapkan muadzin." (HR. Bukhari Muslim)

Anjuran ini bertindak bagi siapa pun, termasuk nan sedang membaca Al Quran. Jika adzan berkumandang, hendaknya dia menghentikan bacaannya sejenak untuk menjawab adzan hingga ikamah, baru kemudian melanjutkan kembali.

2. Menjawab referensi adzan

Namun, ada pengecualian ketika muadzin mengucapkan "hayya 'alas shalah" dan "hayya 'alal falâh", maka dijawab dengan "lâ haula wa lâ quwwata illâ billâh", sebagaimana dicontohkan Rasulullah Saw.

Pengecualian ini juga ada pada saat adzan Subuh, di mana terdapat lafaz "ash-shalaatu khairum minan naum" nan sebaiknya dijawab dengan "shadaqta wa bararta" ketika Anda mendengarnya.

3. Membaca sholawat

Selain menirukan referensi adzan, hendaknya kita mengucapkan "wa ana" (dan saya juga) ketika muadzin mengucapkan syahadat. Lalu setelah adzan selesai, disunnahkan untuk memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad Saw dan berzikir.

Asyhadu allaa ilaha illallaah wahdahu laa syariika lah, radliitu billaahi rabba wa bil-islaami diina wa bi-muhammadin nabiyya'.

Artinya: Aku bersaksi tidak ada tuhan selain Allah nan Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku rida dengan Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai nabi.

4. Memperbanyak doa

Momen ini juga menjadi waktu nan sangat baik untuk bermohon di antara adzan dan ikamah, lantaran Rasulullah Saw berfirman bahwa angan nan dipanjatkan pada waktu tersebut tidak bakal tertolak.

"Sesungguhnya angan nan tidak bakal tertolak adalah angan antara adzan dan ikamah, maka berdoalah kalian." (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud)

5. Tidak meninggalkan masjid

Bagi nan berada di masjid, setelah adzan dikumandangkan dianjurkan untuk tidak keluar selain lantaran kebutuhan mendesak alias keadaan darurat. Hal ini untuk menjaga kesungguhan hati dalam menyambut sholat berjamaah.

6. Membaca doa setelah mendengar adzan

Setelah adzan selesai dikumandangkan, terdapat angan unik nan dianjurkan untuk dibaca oleh umat Islam. Doa ini mengandung permohonan agar Rasulullah Saw diberikan kedudukan nan mulia di sisi Allah Swt, sebagaimana nan telah dijanjikan.

Adapun angan setelah adzan adalah sebagai berikut:

‎اَللّٰهُمَّ رَبَّ هٰذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ اٰتِ سَيِّدَنَـا مُحَمَّـدًا ࣙالْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ ‎ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا ࣙالَّذِيْ وَعَدْتَهُ

Allaahumma rabba haadzihid da'watit taammah, washshalaatil qaa-imah, aati sayyidana muhammadanil washiilata wal fadhiilah, wab'atshu maqaamam mahmuudanil ladzii wa'adtah.

Artinya: "Wahai Tuhanku, nan mempunyai seruan sempurna ini serta sholat nan segera bakal dilaksanakan, berilah kepada Junjungan kami Nabi Muhammad kedudukan sebagai wasilah serta kemuliaan dan bangkitkanlah dia dalam kedudukan nan terpuji sebagaimana telah Engkau janjikan."

Lalu, ada juga angan nan unik untuk dibaca ketika mendengar adzan Magrib, ialah sebagai berikut:

Allahumma hadzaa iqbaalu lailika wa idbaaru nahaarika wa ashwaatu du'aatika faghfir lii.

Artinya: Ya Allah, ini adalah (saat di mana) malam-Mu datang, siang-Mu berlalu, dan lantunan angan kepada-Mu (dipanjatkan), maka ampunilah aku. (HR. Imam Abu al-Qasim Sulaiman bin Ahmad al-Thabraniy)

Itulah etika saat mendengar adzan bergema nan perlu diperhatikan oleh umat Islam. Semoga bermanfaat.

(han/juh)

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru