CNN Indonesia
Senin, 06 Apr 2026 09:30 WIB
Justin Baldoni girang setelah sebagian besar tuduhan nan diajukan Blake Lively ditolak oleh hakim, termasuk adalah klaim pelecehan seksual. (Getty Images via AFP/Cindy Ord)
Jakarta, CNN Indonesia --
Justin Baldoni girang setelah sebagian besar tuduhan nan diajukan Blake Lively ditolak oleh hakim, termasuk adalah klaim pelecehan seksual nan menjadi awal mula perseteruan keduanya.
Hakim Lewis Liman menolak 10 dari 13 gugatan Lively terhadap Baldoni pada Kamis (2/4), termasuk pelecehan, pencemaran nama baik, dan konspirasi, nan berangkaian dengan movie keduanya, It Ends With Us.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sangat senang Pengadilan menolak semua klaim pelecehan seksual dan setiap klaim nan diajukan terhadap para terdakwa individu: Justin Baldoni, Jamey Heath, Steve Sarowitz, Melissa Nathan, dan Jennifer Abel," kata pengacaranya seperti diberitakan Page Six pada hari Kamis (2/4).
"Ini adalah tuduhan nan sangat serius, dan kami berterima kasih kepada Pengadilan atas peninjauan cermatnya terhadap fakta, hukum, dan bukti nan sangat banyak nan telah diberikan," lanjutnya. "Yang tersisa adalah kasus nan jauh lebih sempit. Kami berambisi dapat menyampaikan pembelaan kami terhadap klaim nan tersisa di pengadilan."
Dengan penolakan Hakim Lewis Liman, seperti diberitakan Variety, sekarang tersisa gugatan dari Lively kepada Baldoni, ialah klaim pelanggaran kontrak, pembalasan, dan membantu serta bersekongkol dalam pembalasan.
Menurut pengacara Blake Lively, gugatan pelecehan seksual kliennya dibatalkan "bukan lantaran para terdakwa tidak melakukan kesalahan, tetapi lantaran pengadilan memutuskan bahwa Blake Lively adalah kontraktor independen, bukan karyawan."
Bukan hanya itu, Hakim Lewis Liman memutuskan bahwa Lively tidak dapat mengusulkan klaim pelecehan berasas norma California, lantaran pengambilan gambar dilakukan di New Jersey.
"Kasus ini selalu dan bakal tetap berfokus pada pembalasan nan menghancurkan dan langkah-langkah luar biasa nan diambil para terdakwa untuk menghancurkan reputasi Blake Lively lantaran dia memihak keselamatan di letak syuting dan itulah kasus nan bakal disidangkan," kata pengacara Lively.
"Bagi Blake Lively, ukuran keadilan terbesar adalah bahwa orang-orang dan rencana di kembali serangan digital terkoordinasi ini telah terungkap dan telah dimintai pertanggungjawaban oleh wanita lain nan menjadi sasaran mereka," lanjut pengacara tersebut.
Pengacara Lively menyatakan bahwa mereka "berharap dapat memberikan kesaksian di persidangan dan terus menyoroti corak pembalasan online nan sadis ini sehingga lebih mudah dideteksi dan dilawan."
Konflik ini dipicu oleh posisi dobel Justin Baldoni nan menjabat sebagai sutradara sekaligus musuh main Lively di It Ends With Us. Lively menuduh Baldoni menyalahgunakan kekuasaannya untuk memaksakan segmen vulgar dan melakukan kontak bentuk tidak layak dengan argumen kebutuhan artistik.
Variety menyebut sidang dijadwalkan bakal berjalan pada Mei 2026. Baldoni dan Lively menghadiri sesi mediasi dengan pengadil magistrat pada Februari 2026, tetapi itu tidak menghasilkan penyelesaian.
Drama norma ini juga mengungkap ribuan arsip bukti, termasuk pesan singkat dari sahabat Lively, Taylor Swift. Dalam pesan tersebut, Swift menyamakan situasi di letak syuting dengan movie seram nan terjadi tanpa diketahui publik.
Perselisihan ini telah memanas sejak Desember 2024. Sebelumnya, Baldoni sempat menggugat kembali Lively dan suaminya, Ryan Reynolds, senilai US$400 juta atas tuduhan perusakan reputasi, tetapi gugatan itu telah ditolak pengadil pada Juni 2025.
(end)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·