Jakarta, CNN Indonesia --
PT Kereta Api Indonesia (KAI) buka bunyi usai empat orang tewas imbas kecelakaan nan melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan mobil Toyota Avanza di Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (1/5) awal hari.
Manager Humas KAI Daerah Operasi (DAOP) 4 Semarang Luqman Arif mengatakan perjalanan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasarturi tertemper mobil di JPL 52 KM 29+800 jalur hulu antara Stasiun Panunggalan-Stasiun Kradenan pada Jumat awal hari pukul 02.52 WIB.
Akibat kejadian temperan tersebut, KA Argo Bromo Anggrek Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Kradenan pada pukul 02.54 WIB guna dilakukan pemeriksaan kondisi sarana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan kondusif oleh Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), KA Argo Bromo Anggrek berangkat kembali dari Stasiun Kradenan pada pukul 02.56 WIB.
"PT KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut," kata Lukman dalam keterangan resmi.
Lebih lanjut, Luqman mengatakan sebagai langkah preventif, KAI DAOP 4 terus melakukan sosialisasi di perlintasan, sekolah-sekolah hingga masyarakat nan tinggal di wilayah dekat jalur kereta.
Dia lampau mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu lampau lintas saat melintas di perlintasan sebidang.
"Pengendara jalan raya agar lebih hati-hati dan mematuhi rambu-rambu ketika melintas di perlintasan sebidang. Pastikan kondusif sebelum lewat, berhenti, tengok kanan-kiri, jika percaya aman, baru lewat," ujar Luqman kepada CNNIndonesia.com saat dimintai tanggapan korban tewas imbas kecelakaan.
Lebih lanjut, KAI Daop 4 Semarang bakal terus melakukan penyampaian imbauan keselamatan baik di internal maupun eksternal sebagai upaya preventif dalam rangka menekan nomor kecelakaan. Terkait korban meninggal dunia, Luqman menyerahkan kepada pihak kepolisian.
"Kalau dari KAI, saya pastikan kejadian tersebut tidak mengganggu operasional perjalanan kereta api," kata Luqman
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Grobogan, AKP Kumala Enggar Anjarani melalui Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Grobogan, Iptu Eko Ari Kisworo, mengatakan mobil dalam kejadian ini berisi 9 orang sebagai pengantar calon jemaah harti dan mempunyai hubungan keluarga.
"Satu keluarga," kata Eko.
Dari jumlah tersebut, empat orang dinyatakan meninggal dan nan lainnya mengalami luka-luka.
Saat kejadian, mereka menuju Pendopo Kabupaten Grobogan untuk melepas kerabat nan bakal menunaikan ibadah haji ke Arab Saudi.
(isa/har)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·