Jakarta, CNN Indonesia --
Semua orang pasti pernah mengalami demam. Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh naik lebih tinggi dari suhu normal nan berada pada kisaran 37 derajat Celcius.
Orang nan demam bakal merasa kedinginan hingga menggigil sehingga muncul buahpikiran untuk membikin tubuh lebih hangat, seperti menggunakan selimut berlapis dan pakai kaos kaki.
Lantas, benarkah langkah tersebut? Apakah boleh memakai kaos kaki ketika tubuh terserang demam?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demam sendiri bukanlah sebuah penyakit, melainkan tanda sistem kekebalan tubuh dalam kondisi siaga untuk melawan jangkitan nan masuk ke dalam tubuh. Pada umumnya demam bakal lenyap dengan sendirinya dalam 2-3 hari.
Akan tetapi, pada beberapa kasus demam tidak kunjung turun nan diakibatkan oleh jangkitan alias penyakit autoimun. Jika demam tidak mereda, segeralah untuk pergi ke master untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Dikutip dari Cleveland Clinic, demam dapat diakibatkan oleh beberapa penyebab, mulai dari nan ringan hingga berat. Demam juga menjadi indikasi awal pada nyaris semua jenis penyakit, termasuk autoimun hingga kanker.
Berikut ini adalah beberapa penyebab demam nan umum terjadi.
- Infeksi bakteri
- Infeksi saluran cerna
- Infeksi virus seperti influenza
- Infeksi kulit
- Infeksi saluran kemih
- Pasca-vaksinasi
- Reaksi terhadap obat-obatan tertentu
- Gangguan autoimun
- Kanker.
Demam, bolehkah pakai kaos kaki?
Umumnya kemunculan demam sering kali disertai indikasi tubuh nan menggigil, berkeringat dingin, hingga rasa dingin pada bagian-bagian tubuh tertentu seperti tangan dan kaki.
Gejala tersebut membikin orang mencari langkah untuk mengenakan sesuatu nan tebal agar tubuh menjadi lebih hangat dan berkeringat. Seperti pakai selimut, baju berlapis, kompres hangat, sampai mengenakan kaos kaki.
Namun sayangnya, tidak ada bukti maupun dasar sains nan mendukung perihal tersebut. Dikutip dari laman Parents, cara-cara tersebut hanya memberikan akibat sementara dan tidak mengatasi penyebab sebenarnya dari demam nan biasanya disebabkan oleh jangkitan alias peradangan.
Senada, ditambahkan dari Health, ketika demam, tubuh justru bakal lebih baik dalam kondisi nan sejuk, tidak terlalu dingin ataupun panas.
Namun, sebenarnya tidak masalah mengenakan kaos kaki saat demam untuk memberikan rasa nyaman saat demam.
Akan tetapi, hindari pakai kaos kaki dan selimut terlalu tebal hingga membikin tubuh kepanasan. Sebab, kaos kaki alias selimut tebal bakal menghalangi proses penguapan sehingga dapat membikin demam semakin tinggi.
Sangat krusial untuk menjaga kondisi penderita agar tetap nyaman pada saat demam untuk menjaga agar penderita tidak bertambah parah.
Kenakan busana nan ringan dan menyerap keringat untuk mempermudah pengeluaran panas tubuh.
Menjaga asupan cairan pada saat demam juga perlu dilakukan untuk mencegah dehidrasi. Misalnya dengan minum air putih, saribuah buah, alias sup.
Meskipun demam dapat sembuh dengan sendirinya, namun terdapat beberapa indikasi demam nan patut diwaspadai seperti berikut ini:
- Demam nan terjadi pada bayi berumur kurang dari 3 bulan.
- Demam terjadi selama lebih dari tiga hari.
- Suhu badan mencapai lebih dari 40 derajat Celcius.
- Lemas dan tidak nafsu makan.
- Gangguan penglihatan, nyeri, alias susah buang air mini dan besar.
Jika menemukan salah satu tanda-tanda tersebut di atas, maka segeralah pergi ke akomodasi kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Dengan demikian, dapat disimpulkan jika boleh saja menggunakan kaus kaki pada saat demam, tetapi jangan terlalu tebal dan segera lepas ketika suhu kaki sudah terasa hangat.
(ahd/fef)
[Gambas:Video CNN]
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·