Jakarta, CNN Indonesia --
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi unik mengenai kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus yang terjadi di Jakarta Pusat pada Kamis (12/3) malam.
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan Kapolri memerintahkan agar kasus tersebut diusut secara tuntas dan pelaku penyiraman dapat segera ditangkap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bapak Kapolri selaku ketua Polri telah memberikan atensi unik terhadap penanganan dan pengungkapan kasus ini," ujarnya dalam konvensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (13/3).
Isir mengatakan interogator telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi mengenai kasus penyiraman itu.
Selain itu, interogator juga telah mengambil rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar letak hingga membikin laporan polisi model A sebagai dasar pengusutan perkara.
"Tentang adanya tindak pidana penganiayaan berat, sebagaimana Pasal 467 ayat 2 dan alias 468 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP," ujarnya.
Ia menambahkan Kapolri turut memerintahkan jejeran dari tingkat Polres hingga Bareskrim Polri untuk turun tangan dan memberikan asistensi.
"Dilakukan backup baik oleh Polda Metro Jaya maupun oleh dari Bareskrim, khususnya dan kawan-kawan nan ada dari Mabes Polri," tuturnya.
Sebelumnya Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras di area Jakarta Pusat pada Kamis (12/3) malam.
Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyebut kejadian itu terjadi usai Andrie Yunus menghadiri aktivitas podcast berjudul "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia" di instansi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
"Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) nan mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3).
Dimas mengatakan akibat kejadian itu Andrie langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Ia menyebut dari hasil pemeriksaan Andrie menderita luka bakar sebanyak 24 persen.
"Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen," tuturnya.
Dari rekaman CCTV nan diperoleh kode waktu (timecode) nan tertulis saat peristiwa it terjadi adalah sekitar pukul 23.30 WIB.
Mulanya terlihat dua laki-laki nan berboncengan satu motor memutar kembali dan melangkah perlahan. Lalu laki-laki nan dibonceng--tak memakai helm--diduga menyiram air keras ke arah korban nan melintas menggunakan sepeda motornya.
Korban langsung berakhir menjatuhkan sepeda motornya dan berteriak kesakitan. Warga sekitar pun mendekati untuk mengetahui apa nan terjadi pada korban.
Berdasarkan kronologinya, Dimas menyebut kejadian itu bermulai ketika Andrie tengah mengendarai sepeda motornya di Jalan Salemba I - Talang, Jakarta Pusat.
Ketika itu, dua orang pelaku menghampiri secara melawan arah Jalan Talang (Jembatan Talang) dengan mengendarai kendaraan roda dua, ialah diduga merupakan motor matic Honda Beat tahun 2016 sampai dengan 2021.
"Pelaku merupakan 2 orang laki-laki nan melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor, masing-masing berkedudukan menjadi pengemudi dan penumpang," tuturnya.
Ia menyebut ciri-ciri dari terduga pelaku nan pertama mengenakan kaos berwarna kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan helm berwarna hitam.
Sedangkan pelaku kedua ialah penumpang menggunakan penutup wajah alias masker menyerupai 'buf' berwarna hitam nan menutupi separuh wajah, kaos berwarna biru tua, dan celana panjang berwarna biru nan dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jeans.
"Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban. Akibat serangan tersebut, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya," jelasnya.
(tfq/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·