Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prabowo Subianto memberi tugas unik kepada Abdul Kadir Karding usai melantiknya sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin).
Karding diminta memperketat pengawasan penyakit dari luar negeri tanpa mengganggu kelancaran ekspor-impor.
"Badan Karantina ini adalah lembaga baru nan diharapkan dibangun untuk memastikan agar penyakit-penyakit nan terikut dalam hewan alias tumbuhan terutama dari luar negeri nan masuk ke Indonesia itu tidak masuk ke Indonesia," ujar Karding usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (27/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati, dia menegaskan Sang Kepala Negara memberi catatan agar pengawasan ketat tersebut tidak berubah menjadi halangan birokrasi nan membikin arus peralatan melambat.
"Kita kudu melakukan langkah-langkah pengawasan dan pengetatan nan ketat, tetapi poinnya adalah tidak boleh mengganggu proses-proses ekspor impor nan berjalan, jadi jangan sampai pengawasan nan begitu ketat lampau proses impor ekspor itu kemudian melambat, berpengaruh terhadap perekonomian kita," katanya.
Untuk menjalankan tugas itu, Karding mengaku bakal langsung berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait, mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, hingga Bea Cukai.
"Yang bakal kami lakukan dalam waktu dekat adalah segera berkoordinasi dengan kementerian-kementerian nan ada kaitannya dengan kami," ujarnya.
Presiden Prabowo resmi melantik Karding sebagai Kepala Barantin menggantikan Sahat Manaor Panggabean di Istana Negara, Jakarta.
Barantin sendiri merupakan lembaga nan bekerja mengawasi lampau lintas hewan, ikan, tumbuhan, serta media pembawanya nan masuk dan keluar wilayah Indonesia, sehingga perannya bersenggolan langsung dengan keamanan pangan sekaligus kelancaran perdagangan.
[Gambas:Youtube]
(del/sfr)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·