slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Kisah Pria Medan Angkat Bola Mata Usai Lawan Kanker Stadium 3

Sedang Trending 2 hari yang lalu

CNN Indonesia

Selasa, 14 Apr 2026 21:00 WIB

Viral kisah seorang laki-laki asal Medan nan kudu kehilangan salah satu bola matanya setelah berjuang melawan kanker mata stadium 3 selama empat tahun. Ilustrasi. Viral seorang laki-laki asal Medan nan kudu kehilangan bola mata akibat kanker. (Getty Images/ferrantraite)

Jakarta, CNN Indonesia --

Viral kisah seorang laki-laki asal Medan, Sumatera Utara, nan kudu kehilangan salah satu bola matanya setelah berjuang melawan kanker mata stadium 3 selama empat tahun.

Cerita tersebut dibagikan melalui akun TikTok @nurdiansyahrizki07, nan mengungkap perjalanan panjang Rizki Nurdiansyah (26) dalam menghadapi penyakitnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rizki menceritakan beragam tindakan medis nan telah dijalaninya, mulai dari kemoterapi, radiasi, hingga operasi.

"Kanker mata stadium 3 selama 4 tahun berjuang (tumor galak belakang bola mata). Harus 6 kali kemoterapi, 3 obat, radiasi 36 kali full dosis, operasi 4 kali, biopsi 2 kali," tulis Rizki dalam unggahannya.

Rizki mengungkapkan indikasi awal nan dia rasakan berupa mata merah pada kedua sisi, disertai gangguan penglihatan. Ia menggambarkan penglihatannya menjadi samar, menghitam, serta disertai nyeri nan datang tidak menentu.

Awalnya saat tetap bekerja di Malaysia pada 2022, Rizki sempat memeriksakan kondisinya ke klinik di Kuala Lumpur.

Saat itu, master menduga keluhan tersebut berangkaian dengan jangkitan bakteri. Ia juga diingatkan untuk mengurangi kebiasaan menggunakan ponsel hingga larut malam dalam kondisi gelap.

Selain itu, pola hidup seperti konsumsi junk food dan minuman beralkohol turut disorot sebagai penyebabnya. Rizki mengaku saat itu cukup sering mengonsumsi makanan sigap saji lantaran lingkungan kerjanya.

Setelah mendapatkan obat tetes, kondisi matanya sempat membaik. Namun, keluhan kembali muncul beberapa minggu kemudian, apalagi dengan intensitas nan lebih parah. Ia mulai merasakan nyeri dahsyat dan gangguan penglihatan nan semakin serius.

"Gejala paling sakit itu nyeri pada bagian mata sehingga saya tidak bisa bekerja dan nyerinya selalu datang di waktu tidak terduga," ungkapnya.

Kondisi tersebut terus memburuk hingga penglihatannya sempat menghilang secara total. Di tengah situasi pandemi, Rizki akhirnya sukses kembali ke Medan pada Oktober 2022 untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Dari hasil pemeriksaan CT scan dan biopsi, master mendiagnosi adanya tumor galak di belakang bola mata, nan juga berakibat pada saraf di kepala. Ia kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif, termasuk kemoterapi dan radiasi.

Meski telah menjalani beragam terapi, kondisi Rizki belum membaik sepenuhnya. Hingga akhirnya, pada 2024, master memutuskan tindakan pengangkatan bola mata untuk mencegah penyebaran kanker ke bagian tubuh lain, termasuk otak.

"Di situ saya sudah nangis senangisnya, tapi jika nggak diangkat bakalan menyebar kelak kankernya ke otak alias mata lagi satu," kata Rizki, dilansir dari detikHealth, Minggu (12/4).

Keputusan tersebut menjadi titik terberat dalam hidupnya. Setelah operasi pengangkatan bola mata, Rizki juga kudu menjalani tindakan lanjutan untuk memperbaiki jahitan nan sempat lepas.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak diperbolehkan menggunakan bola mata tiruan dan kudu menjalani proses penutupan permanen pada bagian tersebut.

Rizki mengaku sempat mengalami kondisi mental nan menurun, apalagi merasa dijauhi oleh sebagian teman-temannya. Meski demikian, dia tetap berupaya memperkuat dengan support family nan terus mendampinginya.

"Sebenarnya saya nggak kuat kak tapi hanya saya sabar dan ikutin alur jalan sakit ini gimana sampai selesai walaupun mental down, tapi saya tetap semangat buat sembuh dan bisa bekerja kembali," ujarnya.

Kini, setelah melalui beragam rangkaian pengobatan, kondisi kanker nan dideritanya dinyatakan bersih.

(nga/els)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru