Jakarta, CNN Indonesia --
Setiap tanggal 12 November, masyarakat Indonesia memperingati Hari Ayah Nasional sebagai corak apresiasi terhadap peran ayah dalam keluarga.
Salah satu langkah nan dapat dilakukan untuk merayakan momen ini adalah dengan memberikannya puisi dan pantun Hari Ayah Nasional nan penuh makna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui rangkaian kata, kita dapat menyampaikan rasa terima kasih, cinta, dan penghargaan kepada sosok ayah nan selalu berjuang tanpa mengeluh.
Melansir dari beragam sumber, berikut kumpulan puisi dan pantun Hari Ayah Nasional nan dapat dibagikan kepada ayah tercinta.
Dengan memberikan puisi dan pantun Hari Ayah Nasional, kita dapat membikin momen 12 November ini semakin hangat, penuh haru, dan bermakna.
Kumpulan puisi Hari Ayah Nasional
Berikut kumpulan puisi Hari Ayah Nasional nan menyentuh dan dapat diberikan untuk ayah tercinta.
Contoh puisi Hari Ayah Nasional 1
Sosok Lelaki Terhebat
Karya Osa
Banyak puisi tentang ayah
Tapi itu ayah mereka
Ini ayahku
Ayah dari sembilan bersaudara
Ayah nan sudah pergi mencari rezeki sebelum mataku terbit di pagi hari
Kudengar bising mesin perahunya jauh sebelum mentari menampakkan tubuhnya
Lalu kembali saat ikan-ikan di atas sampannya sudah cukup
Cukup untuk dijual demi mengisi perut-perut mini kami
Teriknya mentari tak melunturkan semangatnya
Derasnya hujan dia tetap memperkuat di lautan
Kencangnya angin tak menjatuhkan tanggung jawabnya
Ayah, engkau adalah sosok laki-laki terhebat
Contoh puisi Hari Ayah Nasional 2
Ayah
Karya Mukhamad Abthal
Ayah,
sebuah kata nan tak lagi kusebut
Hanya kulantunkan dalam doa
Setiap hari
Sepanjang hari apalagi berhari-hari
Ayah,
ragamu sudah tiada
Namun kenangan-kenangan bagus itu selalu ada
Menemani sunyi dalam cerita-cerita di waktu nan lalu
Penuh drama nan berhujung pilu
Ayah,
aku mau bertemu
Bersama kesendirian ini
Raga tak ayalnya penuh dengan harapan-harapan bersamamu
Mengingat berbareng rona nan berbinar-binar itu tak terpatri
Ayah,
teringat lagu bagus itu kaulantunkan
Dengan bunyi nan merdu
Dari kejauhan itu saya melihat
Aku mencintaimu, Ayah
Contoh puisi Hari Ayah Nasional 3
Maafkan Aku Ayah
Karya An-Nur
Dalam hening sunyi menyala
Diam lebih berarti daripada semua terjemahan malam
Aku merenung atas segala derita
Ayah berjuang menghidupi keluarga
Tiga puluh tahun lebih ayah di Jakarta
Pulang hanya sesekali saja
Banting tulang tak kenal lelah
Demi anakmu agar sekolah
Ayah...
Kini usiamu tak lagi seperti dulu: kuat
Tapi perjuanganmu begitu gagah
Kau selalu bersemangat
Maafkan aku, Ayah...
Aku nan belum bisa berbalas jasa
Masih membikin dirimu susah
Hingga kau tetap terus pergi bekerja
Maafkan aku, Ayah...
Yang tetap menjadi beban hidupmu
Membuatmu sering gelisah
Memikirkan kebutuhan rumah...
Kumpulan pantun Hari Ayah Nasional
Berikut pantun Hari Ayah Nasional nan bisa dikirimkan kepada ayah sebagai corak cinta dan penghargaan.
Contoh pantun 1
Pagi cerah berbaju ketat,
Senyum berdandan seri seroja.
Pergi ayah terlalu cepat,
Belum puas diri bermanja.
Contoh pantun 2
Sudah salat diri dijaga,
Kuntum kelopak sinar mentari.
Ayah seumpama kasturi surga,
Harum semerbak sukar dicari.
Contoh pantun 3
Pergi ke sawah mencari tebu,
Tebus manis semanis madu.
Rinduku menggebu-gebu,
Sudah lama tak berjumpa denganmu.
Contoh pantun 4
Sarapan pagi dengan roti bakar,
Habis sarapan berangkat sekolah.
Sudah lama kita tak berkabar,
Bagaimana kabarmu ayah.
Contoh pantun 5
Serawa dimasak lama sehari,
Kelapa diperah sebelah saja.
Nyawa anak umpama diberi,
Tanpa ayah siapalah kita.
Contoh pantun 6
Air jatuh di daun talas,
Pohon tinggi tempat si lebah.
Tiada jasa nan bisa terbalas,
Hanya angan untukmu wahai ayah.
Contoh pantun 7
Nasi dimakan terasa mentah,
Ubi dikukus di atas loyang.
Jadi anak jangan membantah,
Rajin membantu ayah tersayang.
Nah, itulah kumpulan puisi dan pantun Hari Ayah Nasional. Melalui puisi alias pantun, kita dapat menyampaikan pesan nan susah diungkapkan secara langsung. Selamat Hari Ayah Nasional 2025.
(gas/juh)
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·