slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Lemigas Siap Uji Bahan Bakar Baru Sebelum Dijual Bebas

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah mulai menyiapkan uji teknis terhadap bahan bakar baru berjulukan Bobibos sebelum produk tersebut bisa dipasarkan secara luas ke masyarakat.

Pengujian bakal dilakukan oleh Lemigas untuk memastikan klasifikasi, standar mutu, dan aspek keamanannya.

Arahan itu disampaikan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM setelah kembali memanggil produsen Bobibos, PT Inti Sinergi Formula, guna mematangkan tahapan pengetesan laboratorium nan bakal dijalankan dalam waktu dekat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ditjen Migas kembali memanggil PT Inti Sinergi Formula (Bobibos) untuk mematangkan rencana pengetesan laboratorium serta memastikan standardisasi dan pengelompokkan produk sebelum dipasarkan alias digunakan secara luas," ujar Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Noor Arifin Muhammad dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (23/4).

Noor menjelaskan pemerintah tetap perlu memastikan posisi Bobibos secara teknis, apakah produk tersebut masuk kategori Bahan Bakar Nabati (BBN) alias Bahan Bakar Minyak (BBM).

Penentuan pengelompokkan itu dinilai krusial lantaran bakal berpengaruh pada standar spesifikasi, izin edar, hingga agunan keamanan bagi konsumen.

"Secara detail, teknis pengetesan bakal sepenuhnya dilakukan oleh Lemigas. Kami minta Bobibos proaktif menindaklanjuti langkah-langkah teknis ini agar prosesnya akuntabel," ujarnya.

Pengujian awal nantinya dimulai dari pengambilan sampel di tangki penyimpanan menggunakan standar internasional ASTM D4057.

Setelah itu, Lemigas bakal melanjutkan serangkaian uji laboratorium untuk menilai kesesuaian kandungan produk dengan parameter bahan bakar nan bertindak di Indonesia.

Dalam identifikasi internal nan dilakukan sebelumnya, pemerintah menemukan spesifikasi Bobibos belum sepenuhnya memenuhi sejumlah parameter standar baik untuk kategori BBN maupun BBM.

Karena itu, Ditjen Migas meminta seluruh proses verifikasi dilakukan lebih rinci sebelum produk tersebut memperoleh kepastian status.

"Rangkaian tes kudu dilakukan dalam pengawasan dan sesuai standar prosedur. Hal ini demi melindungi masyarakat dari akibat kerusakan mesin, serta memberikan kepastian norma sebagai dasar pengaduan produk jika tidak sesuai dengan standar nan dijanjikan," ujarnya.

Ditjen Migas menyebut pemerintah pada prinsipnya membuka ruang bagi penemuan bahan bakar pengganti karya dalam negeri, terlebih di tengah tekanan krisis daya global.

Namun, setiap produk baru tetap kudu melalui tahapan pembuktian ilmiah dan pengetesan umum agar tidak menimbulkan persoalan di lapangan saat mulai digunakan konsumen.

Pembahasan mengenai Bobibos sendiri sudah dimulai sejak pertemuan awal pada 14 April 2026. Dalam pertemuan lanjutan ini, PT Inti Sinergi Formula menyatakan siap berkoordinasi dengan Lemigas untuk memenuhi seluruh kebutuhan teknis selama proses pengetesan berlangsung.

Hasil uji tersebut nantinya bakal menjadi dasar pemerintah menentukan apakah Bobibos layak dipasarkan sebagai bahan bakar pengganti baru alias tetap memerlukan penyempurnaan formula sebelum dapat digunakan secara massal.

[Gambas:Video CNN]

(del/sfr)

Add as a preferred
source on Google

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru