slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Mati Rasa Dan Kehilangan 'spark' Dalam Hidup? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Sedang Trending 2 jam yang lalu

CNN Indonesia

Jumat, 17 Apr 2026 11:30 WIB

Setiap orang boleh jadi mengalami fase meninggal rasa alias kehilangan spark dalam hidup. Ini argumen ilmiah dibalik munculnya emosi tersebut. Ilustrasi. Ada penjelasan ilmiah di kembali munculnya emosi kehilangan 'spark' dalam hidup. (Istockphoto/valentinrussanov)

Jakarta, CNN Indonesia --

Di antara Anda mungkin pernah berada di fase ketika hidup terasa datar, tidak lagi bersemangat, alias hal-hal nan dulu menyenangkan sekarang terasa hambar. Kondisi ini sering disebut sebagai kehilangan spark dalam hidup.

Sekilas, emosi ini kerap dianggap sekadar capek alias kurang motivasi. Padahal, secara ilmiah, meninggal rasa emosional dan hilangnya semangat hidup bisa berangkaian dengan langkah otak memproses emosi, stres, dan rasa senang.

Jadi, kondisi ini bukan selalu soal kurang usaha, melainkan bisa menjadi sinyal bahwa sistem emosi sedang kewalahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari Science Direct, jurnal berjudul 'Anhedonia: A Comprehensive Overview of Neurobiology and Treatment', menyoroti kondisi ketika seseorang susah merasakan kesenangan nan disebut dengan anhedonia. Dalam kajian tersebut, anhedonia disebut sebagai aspek krusial dalam depresi nan berangkaian dengan gangguan pada sistem reward di otak, termasuk area seperti nucleus accumbens dan prefrontal cortex.

Bukan hanya sekadar bosan, orang nan mengalami anhedonia bisa merasa:
- tidak lagi tertarik pada perihal nan dulu disukai,
- susah menikmati momen,
- kehilangan motivasi untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Ketika spark hilang, bisa jadi bukan lantaran kurang usaha, melainkan lantaran otak sedang kesulitan memproses rasa senang dan dorongan untuk beraktivitas.

Stres berkepanjangan bisa membikin emosi terasa tumpul

Tidak semua stres terlihat jelas, pada sebagian orang, stres justru tidak muncul dalam corak resah alias tangisan, melainkan emosi kosong.

Penelitian dalam jurnal Translational Psychiatry, melalui studi tentang stress-induced anhedonia dan respons neural terhadap reward, menemukan bahwa stres kronis dapat memengaruhi langkah otak merespons kesenangan.

Saat stres berjalan lama, sistem emosi bisa seperti diturunkan volumenya. Hasilnya, hidup terasa datar dan kurang bermakna, meski tidak selalu disertai kesedihan nan jelas. Kehilangan semangat juga sering muncul pada kondisi burnout alias kelelahan emosional.

Penelitian juga menunjukkan emotional fatigue sebagai komponen utama burnout bahwa kondisi ini ditandai dengan rasa capek berkepanjangan, menurunnya keterlibatan emosional, hingga emosi kosong alias jenuh.

Banyak orang menggambarkan kondisi ini seperti menjalani hidup dengan rutinitas kosong, tetap beraktivitas, tetapi tanpa keterlibatan emosional nan utuh.Ini menjelaskan kenapa seseorang bisa tetap produktif, tetapi merasa tidak betul-betul datang dalam kehidupannya.

Dari beragam temuan tersebut, jelas bahwa meninggal rasa alias kehilangan spark hidup tidak bisa disederhanakan sebagai rasa malas alias kurang bersyukur.

Kondisi ini bisa dialami siapa saja, dan sering kali menjadi sinyal bahwa tubuh dan pikiran sedang kewalahan, baik lantaran stres, kelelahan emosional, maupun aspek psikologis lain.

Menyadari perihal ini menjadi langkah awal nan penting. Sebab, memahami apa nan terjadi di kembali emosi tersebut bisa membantu seseorang mengambil langkah nan lebih tepat, tanpa kudu sekadar memaksa diri untuk semangat lagi.

(anm/asr)

Add as a preferred
source on Google

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru