slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Memahami Garis Wallace Dan Weber: Pengertian Serta Perbedaannya

Sedang Trending 7 bulan yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Garis Wallace dan Weber merupakan pemisah alias garis imajiner nan memisahkan wilayah geografi hewan di kepulauan Indonesia.

Kedua garis ini bukan sekadar pemisah geografis biasa, melainkan penanda krusial nan membantu para intelektual memahami penyebaran tanaman dan fauna di area Asia Tenggara hingga Australasia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sejarah pengetahuan biogeografi, garis-garis ini menjadi bukti bahwa persebaran makhluk hidup tidak terjadi secara merata. Ada pengaruh besar dari lempeng benua, sejarah geologi, hingga kondisi laut nan memisahkan habitat.

Asal-usul Garis Wallace dan Weber

Sebelum mengetahui perbedaannya, sebaiknya ketahui lebih dulu mengenai asal-usul garis Wallace dan Weber berikut ini.

Garis Wallace

Dalam buku Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMK dan MAK Kelas X, Alfred Russel Wallace, seorang mahir zoologi asal Inggris, datang ke Indonesia pada tahun 1856 untuk meneliti keragaman hayati.

Saat menjelajahi wilayah Bali dan Lombok, dia menyadari adanya perbedaan mencolok pada jenis-jenis hewan di kedua pulau nan letaknya berdekatan itu.

Fauna di Bali banyak mempunyai kesamaan dengan hewan-hewan unik wilayah Asia (disebut jenis oriental), sedangkan hewan di Lombok justru lebih menyerupai satwa dari area Australia (tipe Australia).

Temuan ini mendorong Wallace untuk menggambar sebuah garis pemisah imajiner nan membentang dari Selat Lombok, naik ke arah utara melalui Selat Makassar, hingga mencapai wilayah Filipina bagian selatan. Garis tersebut sekarang dikenal sebagai garis Wallace.

Keberadaan garis ini menjadi dasar pembagian hewan di Indonesia ke dalam dua golongan besar, hewan bertipe oriental nan mendiami wilayah Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Lalu, hewan bertipe Australia nan tersebar di Sulawesi, Maluku, Papua, dan wilayah Nusa Tenggara.

Garis Weber

Tidak hanya Wallace, seorang mahir zoologi dari Jerman berjulukan Max Weber juga melakukan kajian terhadap sebaran hewan di Indonesia. Dalam penelitiannya, Weber menilai bahwa Sulawesi tidak sepenuhnya dapat dimasukkan ke dalam golongan hewan Australia.

Di pulau ini, dia menemukan spesies-spesies nan mempunyai kemiripan dengan hewan Asia. Kemudian, dia mengusulkan bahwa Sulawesi merupakan wilayah peralihan, tempat pertemuan antara dua golongan hewan besar.

Sebagai tindak lanjut dari temuannya, Weber menggambar garis pemisah nan terletak di sebelah timur Pulau Sulawesi, lampau memanjang ke arah utara hingga mencapai Kepulauan Aru. Garis inilah nan kemudian disebut sebagai garis Weber.

Dengan demikian, Sulawesi dianggap sebagai area transisi alias wilayah campuran, lantaran di satu sisi dihuni oleh hewan-hewan jenis Australia seperti opossum (sejenis tupai), dan di sisi lain juga menjadi kediaman bagi hewan oriental seperti monyet makaka.

Perbedaan hewan di garis Wallace dan Weber

Keberadaan garis Wallace dan Weber membikin hewan di Indonesia terbagi ke dalam tiga golongan besar dengan karakter unik masing-masing. Berikut adalah perbedaan hewan berasas wilayahnya:

1. Fauna jenis Oriental (Wilayah Barat Indonesia)

  • Tersebar di Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan.
  • Didominasi hewan-hewan besar alias mamalia unik Asia.
  • Hewan-hewannya meliputi harimau, gajah, badak, tapir, serta beragam jenis primata seperti orang utan.

2. Fauna jenis Australia (Wilayah Timur Indonesia)

  • Tersebar di Papua, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta sebagian wilayah timur lainnya.
  • Terdiri dari sejumlah satwa unik Australasia.
  • Hewan-hewannya meliputi burung cenderawasih, kasuari, kanguru pohon, dan beragam jenis kuskus.

3. Fauna peralihan (Wilayah Wallacea - terutama Sulawesi)

  • Tersebar di Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku bagian tertentu, dan sekitarnya.
  • Merupakan campuran dari hewan oriental dan Australia, sehingga sangat unik.
  • Hewan-hewannya meliputi anoa, babirusa, kuskus, tarsius, serta opossum nan hidup berdampingan dengan monyet makaka.

Itulah pengertian dan perbedaan hewan di garis Wallace dan Weber. Semoga berfaedah dan selamat belajar!

(han/juh)

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru