Jakarta, CNN Indonesia --
Melakukan tes menjadi langkah untuk mengukur sejauh mana keahlian bahasa Inggris nan dimiliki seseorang. Terdapat beberapa tes bahasa Inggris nan dapat diikuti, ialah Test of English as a Foreign Language (TOEFL), International English Language Testing System (IELTS), dan Duolingo English Test (DET).
Sebelum memutuskan memilih salah satunya, ketahui apa saja perbedaan tes bahasa Inggris TOEFL, IELTS, dan DET.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TOEFL merupakan sebuah tes nan banyak digunakan untuk mengukur keahlian bahasa Inggris nan berada dibawah lembaga Educational Testing Service (ETS).
Sebagai salah satu jenis ujian bahasa Inggris nan paling awal, hasil tes TOEFL sudah diakui oleh banyak negara di seluruh dunia, terutama nan beraksen American English.
Sementara, IELTS sendiri diselenggarakan oleh tiga organisasi, ialah Cambridge Assessment English, IDP, dan British Council. IELTS sudah diakui oleh 11.000 lembaga nan tersebar di 140 negara di dunia. IELTS menggunakan aksen British English dalam tesnya.
Di sisi lain, kehadiran DET mulai mencuri perhatian dengan beragam kemudahannya. Selain biaya nan lebih terjangkau, waktu untuk menyelesaikan tes keahlian bahasa Inggris di DET juga lebih singkat dibandingkan dengan TOEFL maupun IELTS.
Beda TOEFL, IELTS, dan Duolingo English Test
Sebelum memutuskan untuk memilih tes keahlian bahasa Inggris apa nan bakal diambil, alangkah baiknya terlebih dulu mengetahui apa saja perbedaan-perbedaan dasar nan terdapat dalam TOEFL, IELTS, dan Duolingo English Test (DET).
Hal ini bermaksud agar tidak salah pilih dalam menentukan tes keahlian bahasa Inggris mana nan mau ditempuh. Berikut perbedaan antara TOEFL, IELTS, dan Duolingo English Test (DET), dirangkum dari beragam sumber.
1. Tujuan
- TOEFL: Terdapat dua jenis TOEFL nan umum digunakan, ialah TOEFL internet-based test nan digunakan untuk meneruskan studi ke luar negeri dan TOEFL institutional testing program nan juga dapat digunakan untuk melamar pekerjaan di luar negeri.
- IELTS: IELTS dapat digunakan lebih luas, seperti untuk studi, melamar pekerjaan, pengurusan visa, dan urusan keimigrasian. Beberapa negara apalagi menggunakan nilai IELTS sebagai salah satu syarat untuk belajar alias tinggal di negara tersebut.
- DET: Dapat digunakan untuk meneruskan studi maupun pengurusan visa.
2. Pengakuan
- TOEFL: Menjadi salah satu tes keahlian bahasa Inggris nan banyak diakui oleh universitas ternama, terutama negara nan menggunakan aksen american english seperti Amerika Serikat, Kanada, dan negara-negara di Amerika Utara.
- IELTS: Diakui oleh 11.000 lembaga dan 140 negara nan menggunakan bahasa Inggris untuk komunikasi. Sebut saja Inggris, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, dan negara berkata Inggris lainnya.
- DET: Masih belum banyak diakui oleh negara-negara luar.
3. Format tes
- TOEFL: TOEFL mempunyai dua jenis tes, ialah berbasis internet (iBT) dan berbasis kertas (PBT). TOEFL iBT menguji keahlian peserta dalam membaca (reading), mendengarkan (listening), berbincang (speaking), dan menulis (writing). Sedangkan TOEFL PBT pada umumnya digunakan untuk beragam keperluan lembaga pendidikan alias pekerjaan.
- IELTS: IELTS mempunyai dua format, ialah Academic dan General Training. Sama seperti TOEFL, IELTS juga berbasis internet dan kertas. IELTS menguji keahlian peserta pada aspek membaca (reading), mendengarkan (listening), menulis (writing), dan berbincang (speaking).
- DET: Tes DET berbasis internet. Tes bakal menilai sejauh mana keahlian membaca (reading), menulis (writing), mendengarkan (listening), dan berbincang (speaking) namun dengan lebih singkat.
4. Durasi
- TOEFL: Tes TOEFL berkisar kurang lebih 3 jam.
- IELTS: Tes IELTS berjalan sekitar 2 hingga 3 jam.
- DET: Tes DET sangat singkat, ialah hanya memerlukan waktu selama 60 menit.
5. Keunggulan
- TOEFL: Banyak digunakan di negara-negara beraksen American English, seperti Amerika Serikat, Kanada, dan negara di Amerika Utara.
- IELTS: Diterima oleh 11.000 universitas dan lembaga-lembaga di 140 negara di dunia.
- DET: Durasi tes lebih singkat, lebih irit biaya, dan kemudahan akses.
6. Masa berlaku
- TOEFL: Sertifikat TOEFL mempunyai masa bertindak selama dua tahun sejak tanggal terbit.
- IELTS: Sertifikat IELTS bisa bertindak hingga dua tahun.
- DET: Memiliki masa bertindak sertifikat untuk dua tahun.
6. Aspek penilaian
- TOEFL: Penilaian TOEFL berfokus menilai keahlian berkata Inggris, seperti keahlian mendengarkan (listening comprehension), keahlian memahami referensi (reading comprehension), dan tata bahasa tertulis (structure and writing).
- IELTS: Memiliki penilaian nan lebih terperinci dibanding lainnya. Tak hanya dari listening, reading, writing, penilaian IELTS juga menilai logika, koherensi, perbendaharaan kata, dan kelancaran dan kecermatan dalam berbincang bahasa Inggris.
- DET: Penilaian berasas pada tingkat kesulitan soal dengan keahlian para peserta.
7. Sistem skor
- TOEFL: Skor TOEFL bervariasi tergantung jenis tesnya. Untuk TOEFL iBT berkisar antara 0-120, sedangkan TOEFL PBT/ITP berkisar 310-677.
- IELTS: Skala penilaian (band score) IELTS berkisar dari 1 hingga 9, nan mencerminkan tingkat kemampuan/kemahiran bahasa Inggris dari nan terendah hingga tertinggi.
- DET: Skor dalam Duolingo English Test menggunakan skala antara 10 hingga 160 poin.
Itulah beberapa perbedaan tes keahlian bahasa Inggris pada TOEFL, IELTS, dan DET nan bisa dijadikan pertimbangan.
(ahd/fef)
9 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·