Jakarta, CNN Indonesia --
Fungsi limpa pada tubuh manusia sering kali luput dari perhatian, padahal organ ini mempunyai peran krusial dalam menjaga kesehatan dan keseimbangan tubuh. Tanpa limpa, tubuh bakal kesulitan melawan jangkitan dan mengatur jumlah sel darah.
Limpa terletak di sisi kiri atas perut, tepat di bawah tulang rusuk. Organ ini bekerja secara diam-diam untuk mendukung sistem imun dan sirkulasi darah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk lebih memahaminya, simak penjelasan mengenai kegunaan limpa pada manusia dan strukturnya nan dihimpun dari beragam sumber.
Mengenal limpa dan strukturnya
Melansir penjelasan dalam buku Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis karya Evelyn Clare Pearce, limpa merupakan kelenjar berwarna ungu tua nan terletak di sisi kiri atas rongga perut, tepat di bawah tulang rusuk kesembilan hingga kesebelas.
Limpa bergesekan dengan diafragma, ginjal kiri, dan ekor pankreas. Meskipun berukuran kecil, struktur jaringan di dalamnya sangat kompleks dan tersusun dari jalinan jaringan ikat serta sejumlah besar sel darah.
Secara anatomi, limpa dibungkus oleh kapsul jaringan kolagen dan elastis nan melindungi bagian dalamnya. Di dalam kapsul ini terdapat dua komponen utama, ialah pulpa merah dan pulpa putih.
Pulpa merah berfaedah menyaring darah dan menyingkirkan sel darah merah nan telah usang, sedangkan pulpa putih bertanggung jawab dalam sistem kekebalan tubuh dengan menghasilkan limfosit, ialah sel darah putih nan berkedudukan melawan infeksi.
Fungsi limpa dalam tubuh manusia
Melalui sistem pembuluh darahnya, limpa memungkinkan darah mengalir langsung ke dalam jaringan sehingga proses penyaringan berjalan efisien.
Darah nan telah dibersihkan dari unsur tidak berfaedah kemudian dikumpulkan kembali melalui vena limpa menuju hati. Berikut beberapa kegunaan utama limpa dalam tubuh manusia.
- Menyaring darah: limpa bekerja membuang sel darah merah nan rusak alias tua dari sirkulasi darah.
- Mendukung sistem kekebalan tubuh: di dalam pulpa putih, limpa menghasilkan limfosit nan berfaedah mengenali dan melawan mikroorganisme berbahaya.
- Menyimpan persediaan darah: limpa dapat menyimpan darah dan trombosit nan bisa dilepaskan saat tubuh mengalami kekurangan darah, seperti saat perdarahan alias cedera berat.
- Mendaur ulang unsur besi: unsur besi dari sel darah merah nan rusak diproses kembali agar dapat digunakan untuk membentuk sel darah baru di sumsum tulang.
- Membantu tubuh melawan infeksi: selain menghasilkan limfosit, limpa juga berkedudukan dalam pembentukan antibodi nan melindungi tubuh dari penyakit.
Tidak hanya itu, dalam Buku Ajar Asuhan Keperawatan dengan Gangguan Sistem Hematologi dijelaskan bahwa limpa juga berfaedah sebagai tempat penghancuran trombosit nan telah melewati masa hidupnya.
Proses ini membantu menjaga keseimbangan jumlah sel darah di dalam tubuh agar tidak berlebihan.
Selain berkedudukan dalam menjaga keseimbangan sel darah, pada masa perkembangan janin, limpa juga berfaedah membentuk sel darah merah (eritrosit).
Ketika sistem tubuh belum berkembang sempurna, organ ini menjadi salah satu pusat pembentukan darah sebelum kegunaan tersebut diambil alih oleh sumsum tulang.
Pentingnya menjaga kesehatan limpa
Meski mempunyai peran vital, limpa termasuk organ nan dapat diangkat melalui prosedur pembedahan jika mengalami kerusakan alias penyakit tertentu, seperti pembesaran limpa alias gangguan darah.
Orang tanpa limpa perlu menjaga daya tahan tubuh lebih ekstra lantaran akibat jangkitan meningkat. Langkah pencegahan, seperti vaksinasi dan pola hidup sehat, menjadi krusial untuk menjaga sistem kekebalan tetap optimal.
Fungsi limpa pada tubuh manusia tidak hanya mengenai dengan sistem kekebalan, tetapi juga pengaturan darah dan persediaan sel darah. Memahami perannya membantu kita menyadari sungguh kompleks dan terhubungnya organ-organ tubuh.
(han/juh)
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·