slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Menkes: 10 Persen Orang Kaya Masih Terima Bantuan Bpjs Kesehatan

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkap tetap ada 10 persen orang kaya nan tetap menerima support iuran program agunan kesehatan nasional (JKN) BPJS Kesehatan.

Data itu disampaikan Budi dalam rapat kerja di Komisi IX DPR, Rabu (15/4). Menurut Budi, info itu diketahui setelah pihaknya melakukan sinkronisasi info penerima support iuran BPJS Kesehatan dengan Badan Pusat Statistik (BPS).

"Bahwa duit nan kita bayarkan, itu tidak semuanya untuk 50 persen orang termiskin. Ada juga nan 10 persen orang terkaya pun kita bayarkan sesudah kita konsolidasikan info di BPS," kata Budi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai contoh, kata Budi, untuk kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN, nan sepenuhnya disubsidi pemerintah, dari total 96,8 juta, 47 ribu di antaranya tidak tepat sasaran. Bahkan, kata dia, Sekjen Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha, termasuk di dalamnya.

"PBI nan dibayarkan Kemenkes, itu tetap ada dari 96 jutaan itu 47 ribu nan kurang tepat sasaran, ya. Saya-kalau saya boleh berbual sedikit, Pak Kunta, Sekjen saya, dulu masuk di situ, gitu ya, pernah ya," ujar Budi.

PBI JKN merupakan salah satu kategori penerima support program JKN nan iurannya sepenuhnya dibiayai pemerintah sebesar Rp42 ribu per bulan untuk jasa kelas tiga.

Ada beberapa kategori lain, seperti Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Mandiri, Pekerja Penerima Upah (PPU), dan Bukan Pekerja (BP).

Selain kategori PBI JKN, Budi mengatakan sebanyak 35 juta penerima subsidi JKN di kategori PBPU Mandiri juga tak tepat sasaran. Ada pula sekitar 11 juta di kategori PBPU nan tidak tepat sasaran.

"Nah, pemerintah memandang bahwa demi keadilan, angka-angka nan kurang tepat sasaran ini mau kita alihkan ke nan lebih membutuhkan," ujar Budi.

"Jadi ada beberapa kawan kita di Desil 5 nan belum bisa masuk PBI. Nah, lebih baik kita kurangin nan Desil 10-yang 10 persen terkaya-kita hapus dia, kita alihkan kuotanya ke nan Desil 5," imbuhnya.

(thr/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru