Jakarta, CNN Indonesia --
Meneri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut setidaknya tiga ratus ribu anak di Indonesia menghadapi indikasi depresi hingga kecemasan.
Berdasarkan info Kemenkes, Budi mengatakan tercatat 63.326 anak alias sekitar 4,8 persen mempunyai indikasi depresi dan 338.316 anak alias 4,4 persen lainnya menunjukkan indikasi kecemasan.
Menurut Budi, nomor tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan golongan usia lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Angka ini kurang lebih lima kali lipat lebih besar dibandingkan golongan usia dewasa dan lansia," ujarnya dalam konvensi pers, Senin (9/3) seperti dikutip dari detikHealth.
Angkat itu didapatkan berdasarkan hasil cek kesehatan cuma-cuma (CKG) selama sekitar setahun terakhir, yang menunjukkan banyak anak mengalami masalah kesehatan mental.
Usia remaja paling rentan
Menkes juga merinci golongan usia 11 hingga 17 tahun menjadi nan paling tinggi mengalami masalah kesehatan mental.
Dia mengatakan pada golongan umur tersebut ditemukan pula banyak kasus nan berangkaian dengan pikiran untuk mengakhiri hidup.
Pihaknya menilai trennya mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir.
Persentase siswa nan pernah berpikir untuk mengakhiri hidup meningkat dari 5,4 persen pada 2015 menjadi 8,5 persen pada 2023, alias naik sekitar 1,6 kali lipat.
Kenaikan lebih tajam terlihat pada persentase siswa nan pernah mencoba mengakhiri hidup. Angkanya meningkat dari 3,9 persen pada 2015 menjadi 10,7 persen pada 2023, alias sekitar 2,7 kali lipat lebih tinggi.
Budi mengatakan temuan itu menjadi peringatan alias sirine bagi semua pihak bahwa kesehatan mental anak dan remaja perlu mendapat perhatian lebih besar.
Dia mengatakan pemeriksaan kesehatan cuma-cuma diharapkan dapat membantu mendeteksi lebih awal beragam masalah kesehatan, termasuk kesehatan mental pada anak.
Baca buletin lengkapnya di sini.

(kid/wis)
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·