Jakarta, CNN Indonesia --
Masyarakat dan pemerintah diharapkan bisa untuk beranjak ke transportasi massal, merespons ancaman krisis daya dunia akibat gejolak geopolitik Timur Tengah. Sejalan dengan itu penggunaan kendaraan dinas para pejabat juga bakal dikurangi.
"Kami berharap, semua mulai perlahan-lahan memperbaiki transportasi publik sehingga diharapkan mulai bergeser untuk menggunakan transportasi massal," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menekan penggunaan kendaraan dinas di kalangan pejabat dikatakan dia sebagai bagian dari langkah efisiensi energi. Selain itu pemerintah juga bersiap mengalihkan penggunaan daya fosil menuju daya baru terbarukan.
"Jadi nan tetap berbahan fosil kami coba efisienkan, kurangi penggunaan kendaraan-kendaraan nan berbasis fosil dan pemerintah memulai untuk mengurangi penggunaan kendaraan dinas," ucapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menerangkan daya fosil, seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam, tetap menjadi sumber utama bahan bakar kendaraan, termasuk bensin, solar, dan avtur.
Namun, kata Prasetyo meningkatnya ketergantungan global, keterbatasan cadangan, serta gangguan pengedaran akibat ketegangan geopolitik di area Timur Tengah dirasa perlu untuk mempercepat pemanfaatan daya baru terbarukan di Indonesia.
Karena itu pemerintah mendorong pengembangan kendaraan berbasis listrik sebagai bagian dari transisi energi.
"Kita memang kudu bekerja keras untuk sesegera mungkin mengubah budaya, mengubah langkah bekerja dengan kemudian mesti beranjak ke daya berbasis fosil menjadi energi-energi baru terbarukan nan salah satunya adalah berbasis listrik," tutur Prasetyo.
Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah mengeluarkan kebijakan untuk menekan penggunaan BBM melalui penerapan Work From Home (WFH) bagi ASN, imbauan penghematan listrik dan daya sehari-hari, serta dorongan penggunaan transportasi publik.
(ryh/mik)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·