slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Ole Romeny: Persimpangan Fantasista Dan Masalah Striker Indonesia

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Sosok Ole Romeny di Timnas Indonesia berjumpa jalan simpang. Tanggung jawabnya sekarang melintang, tak hanya sebatas penyerang.

Fantasista, istilah beken dalam sepak bola nan berfaedah pusat perhatian dalam sebuah laga. Biasanya, pemegang peran ini berorientasi pada proses serangan sebagai penjemput bola hingga pemantik kesempatan emas.

Dalam sepak bola modern, tanggung jawab fantasista meluas. Ia tak hanya berkutat di sepertiga area lawan, melainkan menjelajah hingga ke wilayah sendir. Tujuannya sama-sama demi menimbulkan daya rusak nan signifikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tugas ini diberikan kepada Ole Romeny oleh pembimbing Timnas Indonesia, John Herdman, di FIFA Series 2026 utamanya pada laga pertama kontra Saint Kitts and Nevis. Dua assist dan satu gol dari Ole membuktikan pilihan tepat sang ahli taktik.

Di laga nan berbuah kemenangan 4-0 itu, maksimalnya performa Ole tak lepas dari kehadiran Beckham Putra nan bergerak sebagai penyerang sayap kiri merangkap gelandang serang. Keduanya saling mengisi, sama-sama melengkapi.

Kebetulan kubu St Kitts and Nevis tertinggal dalam aspek teknis dan fisik. Ini membikin Timnas Indonesia bisa mendikte permainan musuh tim asal Karibia tersebut.

Ini terlihat dari dua gol awal Timnas Indonesia. Brace nan dicetak Beckham Putra tak lepas dari kegemilangan Ole dalam urusan visibilitas dan kecermatan umpan.

Dominasi ditunjukkan Jay Idzes dan rekan-rekan dengan total 15 kali tembakan nan 10 di antaranya mengarah ke sasaran. Debut John Herdman membuahkan kemenangan meyakinkan dan catatan menjanjikan.

Di laga kedua, John Herdman mencoba pengganti dalam menyusun pemain. Ole Romeny tetap memegang tugas nan sama, namun nan berubah adalah posisi nan semula diisi Beckham Putra ditempati Ragnar Oratmangoen.

Di sinilah terasa perbedaannya. Indonesia tetap dominan dalam urusan penguasaan bola hingga 70 persen, namun jumlah sepakan hanya tiga kali.

Gerak-gerik Ole Romeny tak leluasa. Begitu juga Ragnar nan kesulitan mencari ruang. Bulgaria sadar Indonesia perlu dibendung dengan garis pertahanan nan rapat.

Efek domino terjadi ketika Ramadhan Sananta tak berkekuatan sebagai umpan maupun ahli gedor. Keadaan ini sekaligus mempertegas Timnas Indonesia ketergantungan dengan sosok semacam Ole Romeny.

Persoalan ragam serangan ikut diakui John Herdman selepas laga. Mencetak gol dari bola meninggal dan peningkatan ketajaman dalam menyerang jadi perhatian ahli strategi asal Inggris itu.

Pertanyaannya, haruskah bertumpu hanya pada Ole Romeny?

Baca kelanjutan buletin ini di laman berikutnya>>

Add as a preferred
source on Google

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru