Jakarta, CNN Indonesia --
Operasi usus buntu menjadi salah satu tindakan medis nan turut ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Untuk dapat memanfaatkan akomodasi ini, pasien usus buntu kudu memenuhi persyaratan nan ditetapkan oleh BPJS Kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tindakan operasi pada usus buntu perlu dilakukan untuk mencegah komplikasi nan lebih serius nan dapat berakibat fatal bagi penderita, seperti pecah usus buntu.
Penyakit usus buntu alias apendisitis merupakan kondisi saat apendiks alias kantung nan menjadi bagian dari usus besar mengalami peradangan.
Peradangan terjadi saat ada penyumbatan pada usus buntu. Penyumbatan umumnya membikin kuman berkembang biak dengan sigap dan membikin usus menjadi iritasi dan bengkak.
Radang usus buntu dapat menjadi kondisi serius dan menimbulkan komplikasi. Penyakit ini umumnya perlu ditangani dengan operasi usus buntu.
Selain operasi usus buntu, terdapat beberapa jenis tindakan operasi nan juga ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Berikut daftar operasi nan turut ditanggung oleh BPJS Kesehatan berasas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2014.
- Operasi bedah empedu
- Operasi bedah mulut
- Operasi amandel
- Operasi jantung
- Operasi kanker
- Operasi hernia
- Operasi katarak
- Operasi bedah vaskuler
- Operasi kista
- Operasi caesar
- Operasi odontektomi
- Operasi pencabutan pen
- Operasi kelenjar getah bening
- Operasi mata
- Operasi timektomi
- Operasi miom
- Operasi pengganti sendi lutut
- Operasi tumor
Syarat operasi usus buntu pakai BPJS Kesehatan
Tindakan operasi usus buntu ini biasanya bakal menghabiskan biaya berkisar antara Rp8-45 juta, berjuntai dengan metode operasi, kondisi pasien, dan rumah sakit nan menanganinya.
Operasi usus buntu menjadi salah satu tindakan medis nan juga turut dicover BPJS Kesehatan. Seperti tindakan medis lainnya, terdapat beberapa persyaratan nan kudu dipenuhi oleh pasien jika mau tindakan operasi usus buntunya dapat tercover BPJS.
Berikut ini persyaratan agar operasi usus buntu di-cover BPJS Kesehatan.
- Kartu BPJS Kesehatan alias Kartu Indonesia Sehat (KIS) nan tetap aktif dan tidak mempunyai tunggakan.
- KTP dan KK pasien (bila diperlukan).
- Surat rujukan (berlaku jika tidak pada kondisi darurat).
- Kartu pasien dari rumah sakit (yang sudah terdaftar sebelumnya).
- Pasien mulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk melakukan tindakan pemeriksaan awal. FKTP nan bisa dikunjungi adalah puskesmas alias klinik nan menjadi rekanan BPJS Kesehatan.
- Jika diperlukan pihak FKTP mengeluarkan surat rujukan nan ditujukan ke rumah sakit alias Fasilitas Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) nan menjadi rekanan BPJS Kesehatan.
Cara agar operasi usus buntu ditanggung BPJS Kesehatan
Berikut langkah agar operasi usus buntu dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan nan kudu dijalani oleh pasien.
- Langkah pertama adalah dengan mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti puskesmas alias klinik nan menjadi rekanan BPJS.
- Lakukan pemeriksaan di FKTP. Dokter memberikan surat rujukan ke rumah sakit nan ditunjuk jika diperlukan.
- Lakukan pendaftaran di rumah sakit nan ditunjuk.
- Setelah mendaftar, master nan ditunjuk bakal melakukan pemeriksaan lanjutan. Dokter bakal menentukan jenis operasi usus buntu nan tepat.
- Jika semua sudah beres, maka pasien bakal menjalani tindakan operasi usus buntu. Tindakan operasi usus buntu ini hanya bisa ditanggung BPJS Kesehatan jika terdapat indikasi medis nan tercatat di dalam rekam medis pasien tersebut.
Akan tetapi, jika terdapat kondisi kegawatdaruratan medis pada pasien usus buntu tersebut, maka peserta BPJS Kesehatan dapat langsung menuju ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit nan menjadi mitra BPJS Kesehatan tanpa memerlukan surat rujukan dari FKTP.
Itulah syarat dan langkah operasi usus buntu agar ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
(ahd/fef)
[Gambas:Video CNN]
6 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·