CNN Indonesia
Rabu, 04 Feb 2026 05:00 WIB
Ilustrasi. Ada beberapa makanan sehat nan justru tidak disukai orang kaya. (FoodiesFeed)
Jakarta, CNN Indonesia --
Orang kelas menengah ke atas biasanya punya aturan makan sendiri. Beberapa makanan nan dianggap sehat oleh 'kelas menengah ngehe' justru tidak disukai orang kaya. Apa saja?
Sejumlah jurumasak pribadi untuk orang-orang kaya membocorkan makanan-makanan nan kerap dihindari kliennya. Banyak dari makanan tersebut justru dianggap sebagian besar orang sebagai 'makanan sehat'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makanan-makanan tersebut dinilai dapat mengganggu energi, pencernaan, dan tujuan keahlian untuk keperluan bisnis.
"Mereka menghindari makanan nan mengganggu kejernihan pikiran, stabilitas energi, pemulihan, alias pencernaan, apalagi jika makanan tersebut dipasarkan sebagai makanan sehat," ujar Richard Ingraham, jurumasak pribadi legenda NBA Dwyane Wade, melansir Fox News.
Ia mengatakan, bahan pokok di dapur rumah orang kaya sering kali mencakup gandum dan kaldu tulang.
Berikut adalah beberapa makanan nan dihindari orang kaya.
1. Daging nabati
Daging nabati muncul sebagai pengganti daging hewani nan lebih sehat. Namun, banyak pengguna kelas justru menghindari makanan tersebut.
Celebrity chef Serena Poon mengatakan, banyak makanan nan dipromosikan sebagai 'makanan sehat' sebenarnya telah melalui proses kimia nan tinggi.
"Banyak produk nan dihilangkan struktur alaminya dan dibangun kembali dengan bahan tambahan untuk memenuhi klaim pemasaran," ujar Poon.
2. Protein bar
Ilustrasi. Orang kaya biasanya tidak menjadikan protein bar sebagai camilan sehat. (istockphoto/4kodiak)
Protein bar digadang-gadang sebagai camilan sehat dan mengenyangkan. Namun, banyak orang kelas atas justru menghindari camilan ini.
"Beberapa pengguna [orang] kaya memandang banyak produk olahan berprotein tinggi sebagai 'makanan sampah dengan pemasaran nan bagus'," ujar mantan jurumasak pribadi Adam Kelton.
Beberapa penelitian memang menunjukkan, serbuk protein dapat diserap lebih sigap dibandingkan protein nan berasal dari makanan utuh. Namun, makanan utuh condong melepaskan masam amino secara lebih stabil dan mengandung nutrisi lain nan mendukung kesehatan tubuh.
3. Makanan rendah lemak
Makanan bercap 'rendah lemak' alias 'bebas lemak' sebenarnya merupakan tanda bahaya.
"Menghilangkan lemak biasanya berfaedah menambahkan pati dan pemanis," ujar Ingraham.
4. Granola
Menurut para koki, banyak pengguna kelas atas mereka nan menghindari granola alias sereal organik lainnya nan mahal.
"Saya sering membikin sendiri granola untuk pengguna saya guna memastikan mereka mendapatkan nutrisi dan serat nan dibutuhkan," ujar Ingraham.
5. Smoothie dan minuman detoks
Ingraham mengatakan, minuman nan sedang tren jarang muncul dalam menu orang-orang kelas atas. Contohnya, smoothie dan minuman-minuman detoks nan sekarang banyak dipasarkan.
Alih-alih minuman seperti itu, orang kaya lebih condong doyan minum air mineral, kopi, teh, dan sesekali saribuah segar.
Untuk kesehatan jangka panjang, Poon mengingatkan, konsistensi lebih krusial daripada memikirkan jenis makanan nan dikonsumsi.
Alih-alih mengejar 'label sehat', Poon mendorong orang untuk mengonsumsi makanan penuh warna, memprioritaskan makanan nabati berasal alami, serat, protein, dan lemak sehat.
"Makanan [berlabel] sehat nan menawarkan solusi sigap sering kali memicu penurunan daya dan gangguan regulasi. Sementara makanan utuh mendorong konsistensi, kejernihan pikiran, dan daya berkelanjutan," pungkas dia menjelaskan.
(asr)
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·