Jakarta, CNN Indonesia --
Polisi menyatakan telah memeriksa total 24 orang saksi di kasus kecelakaan maut antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan kasus tersebut saat ini sedang diusut oleh Subdit Kamneg Direktorat Reserse Kriminal Umum.
"Penyidik telah memeriksa 24 orang dan 7 orang saat ini sedang dilakukan permintaan keterangan di Pusdalopska 1 wilayah Manggarai," ujarnya kepada wartawan, Kamis (30/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi menjelaskan ketujuh orang nan sedang diperiksa itu mulai dari Kapusdal, PPKA, petugas sinyal, masinis KRL, masinis dan asisten masinis Argo Bromo Anggrek hingga pengendali.
"Ini proses permintaan keterangan tetap berlangsung, kita tunggu bersama-sama dan kami meyakini Polda Metro Jaya bakal menangani secara prosedural, profesional, dan akuntabel," tuturnya.
Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Perhubungan, kejadian bermulai ketika rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85.
Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL kudu dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 lantaran berakhir berdinas dan melangkah di luar agenda reguler.
Sebagai akibat peristiwa itu, petugas lampau memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 nan mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.
Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berakhir sepenuhnya, sehingga terlibat kejadian dengan KA PLB 5568 nan sedang berhenti.
Akibat kejadian itu, sebanyak 16 penumpang KRL meninggal dunia. Sementara 90 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan medis.
(tfq/ugo)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·